Showing posts with label gis. Show all posts
Showing posts with label gis. Show all posts

Monday, April 18, 2011

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Gambar1. Buku "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL"

Sebuah catatan ringan yang bersumber dari Kata Pengantar dan Bab I sebuah Buku berjudul "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL" karya Prof. Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc terbitan BAKOSURTANAL.

Beliau mengantarkan buku ini dengan rangkaian kata awal berupa apa itu "Data Spasial" dilanjutkan dengan sifat keruangan di Bumi yang kini dikenal dengan istilah "Geospasial" sebagai kosakata baru dalam era teknologi informasi. Informasi tersebut juga ada secara absolut di Bumi melalui sistem koordinat "geodetik", adanya satelit GPS membantu menentukan posisinya yang teliti di Bumi ini. Dilanjutkan dengan perlunya koordinasi pemetaan di Indonesia (sejarah dibentuknya BAKOSURTANAL).

Ada hal yang sangat menarik yakni penjelasan mengenai asal usul istilah "data spasial" pada Kata Pengantar Buku ini. Banyak yang mengira bahwa istilah data spasial merupakan nomenklatur yang diciptakan oleh para profesi pembuat peta, tetapi yang sebenarnya istilah data spasial justru datang dari para ahli statistik dunia dan para perencana regional dunia yang berkumpul di suatu kota kecil Perancis Saint-Maximin 24-28 Mei 1971. Kala itu, mereka merasa bahwa data statistik yang selama ini dipergunakan dalam perencanaan tidaklah cukup untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan lokasi sumberdaya alam, sehingga diperlukan adanya data yang "berdimensi spasial" bukan data statistik semata. Kemudian dimunculkanlah istilah "Data Banks for Development" (1971) untuk data berdimensi spasial, yang selanjutnya berkembang menjadi "Geographic Data Handling" (1975) kemudian menjadi Geo-referenced Information System (1980) dan seterusnya GIS, dan sebagainya.

Itulah sekelumit kata pengantar, dilanjut ke Bab I yang mengambil judul "Pengembangan Teknologi Survei dan Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial". Sewaktu membaca Bab I ini seakan dibawa ke dalam sebuah perjalanan ruang dan waktu dari informasi geospasial, data geospasial hingga infrastruktur data spasial.

Alkisah, sejak revolusi industri pertama di pertengahan abad ke-18 hingga kini dunia telah memasuki revolusi ke-5 yaitu revolusi industri informasi dan komunikasi yang telah menguasai seluruh aktivitas kehidupan manusia. Saat ini hampir semua sektor telah bergelut untuk membangun informasi geospasial sesuai kebutuhan masing-masing dalam berbagai tingkatan baik lokal, nasional bahkan internasional.

Dalam Bab I ini, Beliau menuliskan pengertian mengenai Informasi dan Data Geospasial dalam bahasa kebumian. Informasi geospasial adalah informasi yang terkait ruang muka bumi maupun ruang di bawah muka bumi, seperti informasi tentang sumberdaya mineral, minyak dan gas bumi serta peristiwa yang terjadi di muka bumi/di bawah muka bumi. Data Geospasial adalah data yang terpetakan atau ter-rekam secara keruangan, seperti peta, citra dari udara dan ruang angkasa.

Di era pra satelit, informasi geospasial disajikan di atas daun papyrus (kebudayaan Mesir Kuno di lembah Nile), di atas tablet tanah liat (Euphrat dan Tigris di lembah Mesopotamia) dan di masa Kerajaan Romawi dengan peta-peta di atas marmer. Sejak penemuan bahan kertas di Cina hingga ketrampilan membuat kertas menjalar ke Jepang dan baru pada tahun 1276 pabrik kertas pertama dibangun di Eropa.

Sejarah satelit, dimulai sejak peluncuran satelit sumberdaya alam ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) di tahun 1972 dengan resolusi spasial 80 meter, hingga kini dunia telah menghadapi informasi dengan ketelitian hinggga 0,5 meter-1meter dari satelit WorldView-2, Quickbird, IKONOS, dsb. Informasi geospasial ini telah membantu manusia dalam peningkatan manajemen dan perlindungan ruang hidup manusia dengan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan ekonomi dari sumberdaya.

Resolusi di atas mensyaratkan data geospsial yang dapat dipercaya dan dengan biaya yang dapat dijangkau, dapat diakses secara tepat waktu dan efisien sebagai bagian dari realisasi janji-janji "information society". Hal tersebut apabila kita melihat berita yang sedang booming sekarang yakni disahkannya RUU IG.

Terkait informasi untuk umum tersebut, maka perlu adanya infratruktur informasi, termasuk infrastruktur data geospasial sebagai fasilitas jasa data Geospasial yang terstruktur. Berkembangnya infrastruktur geospasial menjadi terpacu oleh berkembangnya teknologi dijital (komputer) dan telekomunikasi.

---usai---


Untuk lebih lanjutnya silahkan akses langsung Buku "Infrastruktur Informasi Geospasial Nasional" tersebut.


Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar apa itu informasi yang berbau ruang dan waktu*

Tuesday, April 12, 2011

(Toponimi) Pemalang, juga nama Terumbu di Singapura

Berawal dari mencari "Pemalang" di dunia GeoNames ditemukanlah Pemalang, juga nama Terumbu di Singapura.

Sekedar iseng sembari belajar nama-nama, maka segeralah melakukan pencarian nama kota kelahiran yakni "Pemalang" di sebuah situs penyedia nama-nama rupabumi GeoNames. Walhasil muncullah beberapa nama Pemalang sebagai berikut:

sumber: http://www.geonames.org/

Untuk link lokasinya bisa diakses di:





Lokasi-lokasinya apabila dilihat via googlemaps (yang biru terumbu pemalang besar):


Lihat Terumbu Pemalang Besar di peta yang lebih besar

Lalu kalau Pemalang sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia letaknya dimana dan bagaimana sejarahnya?

Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Untuk sejarah kota pemalang lebih lengkap bisa dilihat di situs pemerintah Kab. Pemalang: Sejarah, lokasinya bisa dilihat via google maps:



Muncul tanya, apakah yang memberi nama Terumbu itu orang Pemalang? yang menemukan orang Pemalang ataukah orang singapura yang pernah ke Pemalang? atau memang tidak ada keterkaitan dan hanya kebetulan semata?

Apa yang khas dari Pemalang? Makanannya yang mak grombyang : http://bumiwisata.blogspot.com/2009/06/melihat-pantai-dan-nikmati-grombyang.html

Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar nama-nama*


Thursday, April 7, 2011

Pentingnya Sebuah Nama Rupabumi?

Foto Pembicara, Peserta dan Tamu Undangan Workshop Toponimi

Nama itu penting, demikian kesan yang ditangkap oleh penulis setelah menjadi bagian dalam sebuah workshop toponimi. Di planet Mars banyak benda-benda tetapi belum memiliki nama karena belum ada yang menjamah dan mengenali serta dilanjut memberinya sebuah nama. Berbeda dengan di planet Bumi dimana manusia telah memberi nama sejak jaman dahulu kala dimana unsur-unsur di bumi telah bernama dan menjadi bagian integral tak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Apa yang dimaksud dengan toponimi atau nama rupabumi? Nama rupabumi atau nama topografi atau nama-nama geografi atau nama-nama tempat adalah nama-nama yang digunakan untuk unsur-unsur alami maupun unsur buatan manusia yang berada di permukaan bumi.
Ada rasa haru yang muncul sehari sebelum acara itu dimulai dimana penulis sedang membantu persiapan untuk penyelenggaraan workshop. Sedianya penulis dapat kesempatan untuk ber'diskusi' dengan Prof. Dr. Jacub Rais, M.Sc tapi kesempatan itu tak jadi datang. Padahal sedianya Beliau-lah yang seharusnya memberikan pencerahan dan pemahaman tentang peran UNGEGN pada workshop toponimi kali ini.

Walhasil, rangkaian kata tertulis dalam efbi tatkala sedang menikmati wifi di ruangan semalam sebelum workshop:

"saat itu bertemu sesaat"

Ada kata 'bertemu' dimana aku dan Beliau berada pada satu titik ruang dan waktu

Ada kata 'saat' tatkala sang waktu berhenti dan berjalan seiring memori tersimpan

Ada kata 'itu' di masa kini atau nanti kita tatap kembali masa lampau

Ada kata 'sesaat' ketika rasa itu seakan terhempas dalam cepatnya waktu berlalu


Aku pun hanya bertemu dengan Beliau hanya sesaat, tapi belum sempat Beliau berucap

Ilmu itu belum kuserap, tapi pundak ini semakin terasa berat

Nama itu belum bisa ku lukis dalam rupabumi

Tapi bumi itu tlah menangis kehilangan satu nama


Tersadarku akan waktu yang terus berlalu

Tersadarku akan cerobohnya aku maknai masa


Dan demi masa...

Berhentilah kita merugi...

Dan demi sapa...

Berhentilah kita menyendiri...


Nama itu adalah tanda...

Nama itu adalah rupa...

Nama itu penuh makna...

Nama itu rahasia...


Hotel Santika Bogor, Kamis 7 April 2011

Sapa dan Salam kenalku tuk Pelaku Sejarah Penamaan Rupabumi Indonesia

Prof. Dr. Jacub Rais, M.Sc.


Salam hormat,

Aji Putra Perdana

Dalam sambutan pembukaan oleh Kepala BAKOSURTANAL disampaikan beberapa hal yang menggugah kesadaran penulis (*maklum biasanya hanya tidur akibat ngantukan mode on), diantaranya:
  1. Di dalam kehidupan modern nama rupabumi dibakukan sebagai bagian dari tata administrasi pemerintahan yang baik (good governance), mengingatkan penulis akan salah satu materi dalam diklat yakni kepemerintahan yang baik atau bahasa inggrisnya ya...good governance itu tadi.
  2. Diungkapkan pula alasan-alasan mengapa nama rupabumi harus dibakukan? Bahwa nama rupabumi lebih dari hanya sekedar nama-nama tempat dalam suatu peta, tetapi nama-nama itu bersifat lokasional dan merupakan komponen dari sistem informasi yang terorganisir secara keruangan. Nama rupabumi merupakan suatu titik akses langsung dan intuitif terhadap sumber informasi lain yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bagi para pembuat kebijakan dan manajer serta kerjasama di antara organisasi lokal, nasional dan internasional.
  3. Hal yang menarik dan digarisbawahi atau ditebalkan yakni "Tanpa adanya pembakuan dalam penggunaan nama rupabumi, akan terjadi kerancuan dan kekacauan yang dapat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi".

Rangkuman berita lebih lengkap terkait workshop bisa diakses di http://bakosurtanal.go.id/bakosurtanal/pentingnya-pembakuan-nama-nama-rupabumi/

Ada makna di balik sebuah nama, ada budaya di balik suatu nama, ada sejarah di balik nama, ada bahasa di dalam nama, ada sesuatu yang dalam dari nama, ada-ada aja si penulis menunis namanya *upss tulisannya :), nama itu perlu dibakukan sehingga informasi geospasial dapat terintegrasi dan tata kepemerintahan yang baik dapat terlaksana.

Salam,
Aji Putra Perdana


Tuesday, April 5, 2011

(GeospatialInfo) RUU Informasi GEOSPASIAL Disetujui DPR

RUU Informasi GEOSPASIAL Disetujui DPR

Begitulah judul berita yang sedang HOT di Bakosurtanal sebagai badan yang mengelola informasi geospasial secara nasional.

Berikut pers rilis terkait UU Informasi GEOSPASIAL yang dikutip langsung dari situs Bakosurtanal:

Rilis Pers

UU tentang Informasi Geospasial

RUU tentang Informasi Geospasial (RUU-IG) yang diajukan Pemerintah kepada DPR-RI pada tanggal 16 Februari 2010, telah disetujui Rapat Kerja Komisi VII DPR-RI dan Pemerintah untuk dibawa ke Sidang Paripurna DPR-RI mendatang. Pemerintah diwakili Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, dan pimpinan Komisi VII telah menandatangani naskah persetujuan tersebut. Selanjutnya naskah otentik RUU-IG serta penjelasannya pun telah diparaf para pimpinan fraksi di Komisi VII dan Kepala Bakosurtanal, Asep Karsidi, sebagai wakil pemerintah.

RUU tentang Informasi Geospasial (RUU-IG) yang diajukan Pemerintah kepada DPR-RI pada tanggal 16 Februari 2010, telah disetujui Rapat Kerja Komisi VII DPR-RI dan Pemerintah untuk dibawa ke Sidang Paripurna DPR-RI mendatang. Pemerintah diwakili Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, dan pimpinan Komisi VII telah menandatangani naskah persetujuan tersebut. Selanjutnya naskah otentik RUU-IG serta penjelasannya pun telah diparaf para pimpinan fraksi di Komisi VII dan Kepala Bakosurtanal, Asep Karsidi, sebagai wakil pemerintah.

Bagi segenap Warga Negara Indonesia (WNI), hadirnya UU-IG merupakan satu jaminan yang melengkapi hak dalam memperoleh informasi untuk meningkatkan kualitas pribadi dan kualitas lingkungan sosial sebagaimana dituangkan pada Pasal 28F, UUD 1945. Lahirnya UU-IG juga didedikasikan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya di negeri ini bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, di masa kini dan masa yang akan datang, sebagaimana diamanatkan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.
UU-IG memuat prinsip penting, bahwa informasi geospasial dasar (IGD) dan secara umum informasi geospasial tematik (IGT) yang diselenggarakan instansi pemerintah dan pemerintah daerah bersifat terbuka. Semangat UU ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Artinya segenap WNI dapat mengakses dan memperoleh IGD dan sebagian besar IGT untuk dipergunakan dan dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Masyarakat pun dapat berkontribusi aktif dalam pelaksanaan penyelenggaraan IG, sehingga diharapkan industri IG dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sementara itu segenap penyelenggaraan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah yang terkait dengan geospasial (ruang-kebumian) wajib menggunakan IG yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perlu pula disampaikan prinsip lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu bahwa IGT wajib mengacu kepada IGD. Prinsip atau aturan ini diberlakukan untuk menjamin adanya kesatupaduan (single referency) seluruh IG yang ada. Sehingga tidak ada lagi kejadian tumpang tindih IG dan perbedaan referensi geometri pada IG. Sebagaimana dimaklumi, tumpang tindihnya pembuatan berbagai IG, atau lebih dikenal secara umum dengan kata "peta", saat ini masih sering terjadi, hal ini mengakibatkan borosnya anggaran pembangunan. Sementara itu perbedaan referensi geometris sering berakibat pada ketidakpastian hukum. Ketika dua atau lebih kawasan digambarkan secara tidak akurat di lapangan, misalnya terjadi pada ketidaksepahaman masalah batas wilayah administratif hingga masalah batas wilayah negara, atau antara kawasan tertentu kehutanan dengan kawasan pengelolaan pertambangan.

IGD secara definisi di dalam UU-IG terdiri atas jaring kontrol geodesi dan peta dasar. Jaring kontrol geodesi menjadi acuan referensi posisi horizontal dan vertikal serta acuan gayaberat. Peta dasar merepresentasikan berbagai unsur penting di muka bumi yang dapat menjadi acuan geometris (titik, garis dan poligon atau luasan) di darat, pesisir dan laut, seperti garis pantai, hipsografi (garis kontur dan/atau garis batimetri), jaringan transportasi dan utilitas, hidrologi (perairan), batas wilayah, nama geografis (atau nama rupabumi), bangunan dan fasilitas umum, dan penutup lahan.

IGT adalah informasi geospasial yang memuat satu atau lebih tema tertentu. IGT sangat beragam, baik pada pemerintahan ataupun pada masyarakat. Instansi pemerintah bertanggung jawab menyelenggarakan IG terkait dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing. Contoh IGT yang diselenggarakan dalam rangka pemerintahan antara lain IG: pertanahan, kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan, pertambangan, perhubungan, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, penataan ruang, pariwisata, cagar alam, dan penanggulangan bencana. Sementara masyarakat dan badan usaha dapat menyelenggarakan IGT, seperti informasi perkotaan, perhotelan, restoran, panduan navigasi elektronik, perumahan/real estate, dan lain-lain. Mereka dapat membuat IG untuk kepentingan sendiri atau sebagai komoditas komersial dalam jasa IG.

Kami berharap dengan lahirnya UU-IG ini dapat menjamin kemudahan akses untuk memperoleh IG yang sistematis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga kebijakan dan pelayanan publik, khususnya yang terkait dengan kebijakan ruang-kebumian, akan lebih akurat dan terpercaya. Selain itu industri IG dapat tumbuh, hingga pemanfaatan IG dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di tanah air.

Untuk lebih lanjut silahkan akses ke tkp (sumber: http://bakosurtanal.go.id/bakosurtanal/ruu-informasi-geospasial-disetujui-dpr-2/)


Salam,
Aji Putra Perdana

Wednesday, March 9, 2011

Bermain Bertanya secara Geospasial

Bermain Bertanya secara Geospasial

Apa respon Anda sewaktu membaca judul dari tulisan ini? Silahkan jawab melalui kotak komentar yang tersedia, bukan kotak amal :).

Bermain bertanya, bisa juga dibilang rangkaian yang tidak sesuai dengan EYD karena ada dua kata ber berurutan. Tapi sebenarnya bolehkah menggunakan kata awalan ber berurutan dalam sebuah penulisan? Uppss...bukan pertanyaan itu yang akan dibahas di sini. Masih ada lanjutannya yakni bermain bertanya secara Geospasial. Ya...itulah yang coba diangkat dalam tulisan kali ini meskipun belum dapat diketahui berapa beratnya yang akan diangkat tersebut.

Bermain bertanya secara geospasial sangatlah membantu kita dalam menyelesaikan pertanyaan yan berbau informasi atau data tabular ataupun spasial. Lalu, bagaimana cara bermainnya? berhubung ada kata geospasial mari kita pergunakan software atau perangkat lunak sebagai alat bantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Adalah QUERY sebuah kata yang dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan berbau tadi. Lalu apa itu QUERY? Query adalah bentuk dari BERTANYA atau dalam dunia teknologi saat ini Query adalah permintaan untuk memperoleh informasi dari/dengan/ dalam sistem informasi dan basisdata. Wikipedia menuliskan bahwa query adalah:

A precise request for information retrieval with database and information systems.

Mari segera bermain...permainan kali ini ialah adanya permintaan untuk mengetahui nomer lembar peta berapa sajakah yang ada di sebuah Provinsi di Indonesia dan berapakah data yang tersedia dalam format digital?

Bahan dan Alat telah disediakan di dalam perangkat keras si fulan yakni data geospasial dasar berupa batas administrasi hingga level provinsi dan data spasial indeks peta rupabumi indonesia tentusaja beserta informasi tabular yang sudah terikat di dalam data tersebut. Perangkat lunak yang dipergunakan yakni ArcGIS 9.2 sebagai perangkat lunak untuk bermain bertanya secara geospasial.

Di dalam ArcGIS ini, untuk bertanya dapat melalui pejabat setempat ataupun lembaga-lembaga lainnya, maksudnya ialah banyak tools atau tombol atau apapun itu namanya yang dapat di klik dan menuju tools query yang ada. Berikut hanyalah salah satu runtutan langkah yang dipergunakan untuk bermain menjawab dari permainan bertanya secara geospasial.

Langkah 1. Jalankan ArcMap dan tampilkanlah data geospasial yang sudah disediakan :)
Langkah 2. Pada menu utama ArcMap, klikmenu Selection dan pilihlah Select by Attributes...

"Select by Attributes merupakan salah satu tools yang dipergunakan dalam software atau perangkat lunak geospasial untuk membangun sebuah query alias menjawab kata tanya secara geospasial. Berikut petikan dari help (baca: bantuan) yang tersedia terkait informasi apa itu kotak dialog Select by Attributes:

Building a query

This dialog lets you select features in a layer or records in a table by building a query. To create an expression, double-click the field you want to use, click an operator, then double-click the value. You can also type directly into the query.

sumber: help dari ArcGIS Dekstop 9.2
Langkah 3. Pilih metodenya : Create New Selection yakni untuk membuat pemilihan baru sebagai awal untuk menjawab permintaan kata tanya geospasial, misal kita akan memilih provinsi sumatera utara
"PROVINSI" = 'SUMATERA UTARA'

Langkah 4. Setelah melakukan query tersebut maka dilanjutkan dengan query berikutnya yakni menggunakan Select by Location untuk memilih fitur yang ada pada indeks dan bersinggungan dengan area provinsi sumatera utara.

Langkah 5. Untuk mengecek ketersediaan data dijital pada indeks yang sudah terpilih berdasarkan query lokasi pada langkah 4, maka dilakukan query di dalam atribut pada baris-baris tabular yang sudah terpilih dengan membuka data tabel dari data geospasial indeks peta rupabumi indonesia. Query langkah kelima ini menggunakan query berdasarkan kolom yang menunjukkan ketersediaan data atau NLP tersebut dalam bentuk dijital, dengan metode query yakni Select from current selection. Maksud dari metode ini akan memilih dari yang saat ini sudah terpilih (mmm...menjadi data pilihan nie,,,).

Langkah 6. Maka akan muncullah data tabular yang sudah terseleksi hingga tahap akhir dan memenuhi query atau bermain bertanya secara geospasial yang diinginkan. Selanjutnya data tersebut (masih berada pada tabular data yang terpilih) pilihlah menu Options dan pilihlah Export dan simpanlah dalam dbf untuk kemudian dapat dibuka di Excelnya Microsoft Office sebagai pengkemasan akhir dan permanis tampilan dalam jawaban atas bermain bertanya secara geospasial.

Berikut terlampir printscreen atau tangkapan layar sekilas atas proses query keberadaan data geospasial :).

Gambar1. Tangkapan layar proses bermain bertanya secara geospasial dengan ArcGIS


Demikianlah tanya jawab alias bermain bertanya secara geospasial ala fulan dalam blognya.

Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong, Bogor

Salam,

Aji PP

Thursday, November 25, 2010

(Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia

(Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia

Kembali lagi bersama pantauan Merapi ala kadarnya, menatap indahnya dunia maya tentu sangatlah menyenangkan apabila berkunjung ke beberapa situs ataupun blog lainnya. Membaca text berjalan di salah satu stasiun TV swasta yang menuliskan bahwa "BNPB (mengatakan) : tanggap darurat Merapi hingga tanggal 9 Desember 2010". Hal ini membuat rasa penasaran kembali muncul untuk melihat bagaimana update (peta) dari 3 dunia. Sangatlah disayangkan geospasial BNPB tidak bisa diakses pagi ini (26 11 2010 pukul 09.00 WIB) yang dimungkinkan karena overload (too many peoples in the geospatial world access this site) - muncul tulisan Fatal error: Out of memory ......

Walhasil, pagi ini hanya bisa menatap (Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia yakni Peta Partisipatif Forum PRB dan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) .

Mari mulai dengan Peta Partisipasi, di dalam peta berbasis web dengan background data dari googlemaps tampaklah dua tab tambahan yakni Data dan Legenda. Jika kita melakukan klik pada Legenda maka akan muncul informasi keterangan mengenai layer-layer atau gambar yang tersaji pada peta ini. Jika kita meng-klik pada Data, maka akan muncul dua opsi tab yakni data posko dan data layer. Lanjutkan dengan memilih pada data layer, maka akan tampillah di situ POSKO dengan Damage Loss Assessment (menjawab pertanyaan postingan sebelumnya http://ajiputrap.blogspot.com/2010/11/akhirnya-datang-juga-peta-kerusakan.html) , ada pula Lapis data dasar dan Lapis data tematik (bukan lapis legit loch :)...).

Di dalam POSKO - Damage Loss Assessment, terdapat opsi layer :

Lapis data dasar terdiri dari :
  • Sungai Utama
  • Gunung
  • Desa Masuk Radius Ancaman per 19/11
Lapis data tematik terdiri dari beberapa layer-layer berikut:
  • Demografi
  • KRB Merapi Pre Erupsi 2010 (sumber:BPPTK)
  • Ancaman Banjir Lahar Dingin (sumber:PU)
  • Lokasi Sabo Cek Dam (sumber:PU)
  • Ancaman Tanah Longsor (sumber:Dir. Geologi)

Gambar PrinctScreen website Peta Partisipatif PRB

Kurang lebih itulah gambaran update (Peta) Bahaya Merapi versi partisipasi. Lalu bagaimana dengan versi blogspot ala cybergisforum ? Ternyata di dalam postingannya KLMB Fakultas Geografi UGM mengeluarkan (Peta) Bahaya Merapi (Hipotetik). Apa itu Hipotetik ??? Tidak ada penjelasan di dalam postingannya mengenai apa yang mendasari pembuatan peta tersebut dan apa itu Hipotetik?.

Fulan berkata : 'maksudnya itu baru Peta Hipotetik, sehingga masih perlu dilakukan kajian mendalam untuk mengukur atau mengetahui potensi bahaya yang mungkin terjadi. kalau tidak salah. Btw busway anyway, daripada salah saya searchingkan di internet dan berikutlah penjelasan apa itu Hipotetik. Hipotetik itu termasuk salah satu dari Silogisme. Silogisme merupakan suatu penalaran yang formal. Secara singkat silogisme dapat dituliskan

JikaA=B dan B=C maka A=C

Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.

Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.

Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:

Jika hujan, saya naik becak.

Sekarang hujan.

Jadi saya naik becak.

2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:

Bila hujan, bumi akan basah.

Sekarang bumi telah basah.

Jadi hujan telah turun.

3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:

Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka

kegelisahan akan timbul.

Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,

Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:

Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.

Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

Hukum-hukum Silogisme Hipotetik

Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.

Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:

1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.

2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)

3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)

4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan

berikut:

Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi

Nah, peperangan terjadi.

Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)

Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya

Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi

Nah, peperangan terjadi.

Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)

Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.


Berikut tertulis di dalam blognya mengenai bahaya Merapi (hipotetik) :

Semoga bermanfaat. (sumber : pubdok/CGF)

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Wednesday, November 24, 2010

(Potret) Merapi dan (Potret) Krakatau

Eruption at Mount Merapi, Indonesia

Posted November 17, 2010
Eruption at Mount Merapi, Indonesia
download large image (2 MB, JPEG) acquired November 15, 2010
download GeoTIFF file (52 MB, TIFF) acquired November 15, 2010
download Google Earth file (KML)

Dapat dilihat pada Gambar erupsi Gunung Merapi di atas adanya beberapa obyek yang cukup jelas ditunjukkan dengan text dan garis penunjuknya. Di bagian atas ditunjukkan lokasi Gunungapi Merapi dan adanya awan yang menutupi Gunungapi Merapi abu vulkanik yang mengarah ke barat. Ditunjukkan pula dua sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi yakni Sungai/Kali Gendol dan Sungai/Kali Woro dimana terlihat sungai yang tidak berair lagi atau kering dan tertutup pasir. Tampak adanya sebuah pola garis cacing atau ular berkelok-kelok mengumpul yakni lapangan golf dan tepat di atasnya ialah area yang terkena dampak erupsi Gunungapi Merapi. Vegetasi-vegetasi rusak akibat terkena awan panas serta ditunjukkan pula aliran piroklastik / deposit lahar dingin Gunungapi Merapi.

Dalam situsnya yang memuat Gambar Gunungapi Merapi tersebut di atas sebagai image of d-day untuk tanggal 17 November 2010 (dimana gambar citra satelit adalah citra ASTER yang dibawa satelit Terra milik NASA), NASA menjelaskan bahwa:

Bahaya utama selama letusan yang terjadi di Gunungapi Merapi yaitu aliran piroklastik. Longsoran gas vulkanik panas,abu, dan batuan ini turun dengan cepat dan keras, kadang-kadang pada kecepatan lebih dari 150 kilometer (90 mil) per jam. Aliran piroklastik ini biasanya disalurkan mengikuti kondisi medannya, namun arus besar dan keras menyebabkan dapat menyebar pada area/wilayah yang luas.

Gambar satelit dengan komposit warna semua dari instrumen ASTER pada satelit Terra NASA menunjukkan bukti aliran yang besar di sepanjang Sungai Gendol selatan Gunung Merapi. Deposito vulkanik berwarna abu-abu cerah (baik dari aliran piroklastik atau lahar) mengisi aliran sungai Gendol. Hanya utara Merapi Golf Course (obyek warna merahcerah) adalah daerah yang lebih luas di mana aliran piroklastik tersebar di seluruh lanskap, menyebabkan kehancuran hampir total. Dalam hal ini daerah abu-abu gelap, sebagian besar pohon rusak dan tanah dilapisi dengan abu dan batu. Deposito arus sebagian besar dikelilingi oleh vegetasi sehat, berwarna merah cerah. Abu berwarna abu-abu cerah meluas ke arah barat gunungapi Merapi, mengikuti arah angin yang bergerak. Dekat pusat abu, hujan abu yang tebal telah dilapisi ladang dan hutan, mewarnai mereka dari merah kusam menjadi abu-abu.

References

  1. Digital Globe. (2010, November). Mount Merapi, Indonesia. Accessed November 15, 2010.
  2. USGS. (n.d.) Pyroclastic Flows and Pyroclastic Surges. Accessed November 15, 2010.

Source : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=46975


---- Selain Gunungapi Merapi, NASA juga memantau dan menjadikan Gunung Krakatau, Indonesia sebagai image of d-day mereka---

Krakatau, Indonesia

Posted November 23, 2010 Krakatau, Indonesia
download large image (952 KB, JPEG) acquired November 17, 2010
download Google Earth file (KML) acquired November 17, 2010

source and detail info from NASA : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=47143

++ Informasi kondisi Gunung Krakatau dari Badan Geologi berdasarkan Perkembangan Kegiatan G. Krakatau hingga tanggal 16 Desember 2007 pukul 06.00 WIB diperoleh kesimpulan bahwa :

Berdasarkan data visual dan kegempaan, maka status G. Krakatau masih dalam status SIAGA (Level III) sejak 26 Oktober 2007 pkl. 16.00 WIB.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan di dunia maya menatap kondisi Gunung di Indonesia. Semoga semua pergolakan akan segera reda dan tidak akan menjadi project semata.

Lokasi Merapi (A), Krakatau (B) dan Bromo (C) pada googlemaps :


View Larger Map

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tuesday, November 23, 2010

(Potret) Merapi masih AWAS, kini (Potret) Bromo ikutan AWAS

(Potret) Merapi masih AWAS, kini (Potret) Bromo ikutan AWAS

Postingan kali ini menampilkan informasi dari Badan Geologi mengenai kondisi AWAS Gunung Merapi dan Gunung Bromo ditambahi beberapa gambar citra satelit dari NASA. Hal ini mengingatkan akan postingan sebelumnya yang mengambil judul Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ? . Merapi masih AWAS dan kini pun Bromo naik tingkat ke level AWAS.

Gunung Merapi masih berstatus AWAS.
Berdasarkan Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 23 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Dapat diketahui kesimpulan bahwa Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G. Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar.

Ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi (juga sudah diturunkan) dengan deskripsi sebagai berikut:

No.

Kabupaten

Ancaman Bahaya Erupsi G. Merapi

dalam radius dari puncak (km)

1

Sleman

Sebelah Barat K. Boyong

10

Sebelah Timur K. Boyong

15

2

Magelang

10

3

Boyolali

5

4

Klaten

10

Ancaman bahaya lahar adalah wilayah yang berada pada jarak 300 m dari bibir semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat hingga Barat Laut meliputi, K. Woro (Kab. Klaten), K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong (Kab. Sleman), K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising (Kab. Magelang), dan K. Apu (Kab. Boyolali).


sumber : Laporan Aktivitas Merapi 23 Nov. 2010-Badan Geologi

-------------------------------------- erupsi gunung merapi dari atas by NASA -------------------------

Gambar di bawah ini menunjukkan konsentrasi sulfur dioksida pada November 4-8, 2010, seperti yang diamati oleh Ozone Monitoring Instrument (OMI) pada pesawat ruang angkasa NASA Aura. Sulfur dioksida yang diukur di sini di Dobson Unit: Konsentrasi terbesar muncul dalam gelap merah-coklat; yang terendah di persik cahaya. Biasanya digunakan untuk mengukur ozon, Unit Dobson adalah jumlah molekul gas yang akan diperlukan untuk membuat lapisan tebal 0,01 mm pada temperatur 0 derajat Celcius dan tekanan 1 atmosfer (tekanan udara di permukaan bumi).

Eruption at Mount Merapi, Indonesia Posted November 11, 2010

Eruption at Mount Merapi, Indonesia
Color bar for Eruption at Mount Merapi, Indonesia
acquired November 4 - 8, 2010
download Google Earth file (KML) acquired November 4 - 8, 2010

source and detail information : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=46881


-------- di lain sisi ------------

Gunung Bromo naik kelas ke AWAS

Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terkait Peningkatan status Gunungapi Bromo, dari Siaga (Level II) ke Awas (Level IV), tanggal 23 November 2010, pukul.16.30 WI. Dapat diketahui bahwa adanya potensi bahaya sebagai berikut :

1. Aktivitas letusan G. Bromo tahun 2004 berlangsung singkat dengan karakter letusan freatik dan ciri-ciri awal yang kurang jelas.Ciri aktivitas dan resiko erupsi bencana G. Bromo:
2. Hembusan asap berwarna putih tipis tekanan lemah, tinggi 100 - 150 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.
3. G. Bromo mempunyai potensi letusan freatik yang tiba-tiba, di sisi lain menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

--------------------------------------- potret gunung bromo dari atas by NASA --------------------------

Seperti halnya Gunung Merapi, Gunung Bromo pun termasuk dalam satu image of d-day dari NASA. Erupsi terbesar Gunung Bromo terjadi pada tahun 2004 dan menewaskan turis. Berikut adalah gambar yang terekam oleh Satelit IKONOS yang diambil pada tanggal 8 Juli 2001.

Gunung Bromo, Indonesia Posted December 7, 2004

Gunung Bromo, Indonesia
download large image (4 MB, JPEG)


Gunung Bromo (Mount Bromo) is a small but active volcanic cinder cone on the Indonesian island of Java. Bromo is located in the center of the Sandsea Caldera, itself only a portion of the larger Tengger Caldera (a caldera is the circular depression in the center of a volcano’s summit). The Sandsea caldera formed around 8,000 years ago, in what must have been a massive eruption. Subsequent volcanic activity formed the cluster of cinder cones in the caldera’s center, including Bromo.

The historical record indicates eruptions of Bromo every few years since 1804, and geologic evidence indicates eruptions at least several hundred years earlier. The most recent eruption occured in 2004, and tragically killed two tourists.

This image shows most of the Sandsea Caldera, along with Gunung Bromo and the older volcanoes on the caldera floor. A small plume of steam is visible rising out of Mt. Bromo. Space Imaging’s IKONOS satellite, capable of 4-meter per-pixel color imagery, and 1-meter per-pixel resolution panchromatic imagery, acquired the data on July 8, 2001.

NASA image by Robert Simmon, based on data copyright Space Imaging.

source : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=5062

Semoga semua baik-baik saja, demikian celetuk fulan menatap fenomena alam yang sedang terjadi di negeri tercinta ini INDONESIA.

Dimana sich letak Gunung Bromo ? Apakah dekat dengan Gunung Merapi ?, tanya sesosok anak kecil yang tiba-tiba muncul.

Kalau dari googlemaps ini dia lokasi kedua Gunung tersebut (ditampilkan dalam simbol titik segitiga yakni warna merah untuk Gunung Merapi dan hijau untuk Gunung Bromo, dan garisnya itu jalur kalau mau jalan-jalan dari Merapi ke Bromo):


View Directions From Merapi to Mt Bromo in a larger map

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Sunday, November 21, 2010

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Seperti halnya pasca kejadian bencana alam lainnya, setelah tahapan mengungsi dilalui dan kondisi secara perlahan kian membaik, maka muncullah saatnya "perhitungan" yang berupa kerusakan akibat bencana Merapi atau basa londone Damage caused by Merapi Disaster, demikian ujar fulan di pagi ini (22/11/2010) kala akses internet mulai berjalan dan kembali menatap 3 dunia peta bencana Merapi (http://ajiputrap.blogspot.com/2010/11/memetakan-peta-peta-merapi-ala-3-dunia.html).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampak di sudut geospasial bnpb mengeluarkan Peta Jumlah Kerusakan Rumah di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Prov. D.I. Yogyakarta.

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan, Kab. Sleman
Sumber : POKSO BNPB, 19 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 19 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 725 kb
Deskripsi : Menunjukkan jumlah kerusakan rumah pada tingkat dusun dan desa di Kec. Cangkringan


Selain itu, geospasial bnpb melakukan visualisasi dengan menumpangsusunkan wilayah Ancaman Bahaya Gunung Merapi di atas Peta RupaBumi Indonesia (RBI) keluaran BAKOSURTANAL.

Peta Rupabumi (RBI) wilayah ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta Rupabumi (RBI) wilayah  ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta Rupabumi wilayah ancaman bahaya G. Merapi
Sumber : POKSO BNPB, 21 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 21 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 6.23 mb
Deskripsi : Peta dasar wilayah Merapi 25K

sumber : geospasial bnpb
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di sudut lain, pegiat kampus Fakultas Geografi UGM dalam wadahnya Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) via blog postingnya membagikan Peta Kerusakan Bangunan.

Berikut cuplikan dari postingan terkait dasar analisa (based on multisource data) yang dipergunakan untuk menurunkan Peta Kerusakan Bangunan tersebut. Secara ringkas peta dibuat berdasarkan tumpangsusun data bangunan (keberadaannya berdasarkan data dari Peta RupaBumi Indonesia keluaran BAKOSURTANAL dan ditinjau dengan citra satelit resolusi detil yakni Ikonos tahun 2006) lalu dikalkulasi.

Kerusakan bangunan yang terjadi akibat terjangan awan panas yang dikeluarkan oleh gunung Merapi kami coba estimasi dengan menggunakan beberapa sumber data. Pada dasarnya pendekatan yang kami gunakan adalah dengan mengidentifikasi dan menginventarisasi bangunan yang ada sebelum terjadinya erupsi Merapi 2010 yang kemudian dibandingkan dengan luasan yang tersapu awan panas. Kedua data tersebut kemudian kami bandingkan dan ditarik suatu model bahwa bangunan yang tersapu awan panas adalah bangunan yang rusak.

Data keberadaan bangunan sebelum kejadian erupsi Merapi 2010 kami ambil dari data Peta Rupa Bumi Indonesia Digital yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan kami tinjau dengan menggunakan citra Ikonos tahun 2006 (Resolusi 1 m). Sementara itu data mengenai luasan daerah yang tersapu awan panas, kami dapatkan dengan menginterpretasi citra Aster perekaman setelah erupsi (15 November 2010). Untuk lebih jelasnya berikut kami sampaikan peta hasil analisis divisi SIG dan Basis Data KLMB.
Download ukuran penuh

sumber : KLMB Fakultas Geografi UGM

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sudut yang dekat dengan KLMB ada sudut partisipatif dengan fasilitas login serta pemanfaatan peta berbasis googlemaps api untuk Merapi yakni Peta Partisipatif Forum PRB yang beralamat di http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/.

Printscreen tampilan Peta Partisipatif PRB
sumber : http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/


Tampak terlihat titik-titik posko pengungsian padat berjejal diantara ukuran simbol titik yang relatif berukuran. Belum menampakkan adanya "perhitungan" alias peta kerusakan yang ditelorkan, mungkin sebentar lagi. Ada informasi di tiap simbol titik yang merepresentasikan lokasi posko, serta beberapa tab di dalamnya berisi informasi Info,Logistik,Kesehatan,Pendidikan. Tak lupa ada link untuk melihat detil kualitas posko yang disambungkan ke spreadsheet di googledocs.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/