Showing posts with label ArcView. Show all posts
Showing posts with label ArcView. Show all posts

Wednesday, March 9, 2011

Bermain Bertanya secara Geospasial

Bermain Bertanya secara Geospasial

Apa respon Anda sewaktu membaca judul dari tulisan ini? Silahkan jawab melalui kotak komentar yang tersedia, bukan kotak amal :).

Bermain bertanya, bisa juga dibilang rangkaian yang tidak sesuai dengan EYD karena ada dua kata ber berurutan. Tapi sebenarnya bolehkah menggunakan kata awalan ber berurutan dalam sebuah penulisan? Uppss...bukan pertanyaan itu yang akan dibahas di sini. Masih ada lanjutannya yakni bermain bertanya secara Geospasial. Ya...itulah yang coba diangkat dalam tulisan kali ini meskipun belum dapat diketahui berapa beratnya yang akan diangkat tersebut.

Bermain bertanya secara geospasial sangatlah membantu kita dalam menyelesaikan pertanyaan yan berbau informasi atau data tabular ataupun spasial. Lalu, bagaimana cara bermainnya? berhubung ada kata geospasial mari kita pergunakan software atau perangkat lunak sebagai alat bantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Adalah QUERY sebuah kata yang dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan berbau tadi. Lalu apa itu QUERY? Query adalah bentuk dari BERTANYA atau dalam dunia teknologi saat ini Query adalah permintaan untuk memperoleh informasi dari/dengan/ dalam sistem informasi dan basisdata. Wikipedia menuliskan bahwa query adalah:

A precise request for information retrieval with database and information systems.

Mari segera bermain...permainan kali ini ialah adanya permintaan untuk mengetahui nomer lembar peta berapa sajakah yang ada di sebuah Provinsi di Indonesia dan berapakah data yang tersedia dalam format digital?

Bahan dan Alat telah disediakan di dalam perangkat keras si fulan yakni data geospasial dasar berupa batas administrasi hingga level provinsi dan data spasial indeks peta rupabumi indonesia tentusaja beserta informasi tabular yang sudah terikat di dalam data tersebut. Perangkat lunak yang dipergunakan yakni ArcGIS 9.2 sebagai perangkat lunak untuk bermain bertanya secara geospasial.

Di dalam ArcGIS ini, untuk bertanya dapat melalui pejabat setempat ataupun lembaga-lembaga lainnya, maksudnya ialah banyak tools atau tombol atau apapun itu namanya yang dapat di klik dan menuju tools query yang ada. Berikut hanyalah salah satu runtutan langkah yang dipergunakan untuk bermain menjawab dari permainan bertanya secara geospasial.

Langkah 1. Jalankan ArcMap dan tampilkanlah data geospasial yang sudah disediakan :)
Langkah 2. Pada menu utama ArcMap, klikmenu Selection dan pilihlah Select by Attributes...

"Select by Attributes merupakan salah satu tools yang dipergunakan dalam software atau perangkat lunak geospasial untuk membangun sebuah query alias menjawab kata tanya secara geospasial. Berikut petikan dari help (baca: bantuan) yang tersedia terkait informasi apa itu kotak dialog Select by Attributes:

Building a query

This dialog lets you select features in a layer or records in a table by building a query. To create an expression, double-click the field you want to use, click an operator, then double-click the value. You can also type directly into the query.

sumber: help dari ArcGIS Dekstop 9.2
Langkah 3. Pilih metodenya : Create New Selection yakni untuk membuat pemilihan baru sebagai awal untuk menjawab permintaan kata tanya geospasial, misal kita akan memilih provinsi sumatera utara
"PROVINSI" = 'SUMATERA UTARA'

Langkah 4. Setelah melakukan query tersebut maka dilanjutkan dengan query berikutnya yakni menggunakan Select by Location untuk memilih fitur yang ada pada indeks dan bersinggungan dengan area provinsi sumatera utara.

Langkah 5. Untuk mengecek ketersediaan data dijital pada indeks yang sudah terpilih berdasarkan query lokasi pada langkah 4, maka dilakukan query di dalam atribut pada baris-baris tabular yang sudah terpilih dengan membuka data tabel dari data geospasial indeks peta rupabumi indonesia. Query langkah kelima ini menggunakan query berdasarkan kolom yang menunjukkan ketersediaan data atau NLP tersebut dalam bentuk dijital, dengan metode query yakni Select from current selection. Maksud dari metode ini akan memilih dari yang saat ini sudah terpilih (mmm...menjadi data pilihan nie,,,).

Langkah 6. Maka akan muncullah data tabular yang sudah terseleksi hingga tahap akhir dan memenuhi query atau bermain bertanya secara geospasial yang diinginkan. Selanjutnya data tersebut (masih berada pada tabular data yang terpilih) pilihlah menu Options dan pilihlah Export dan simpanlah dalam dbf untuk kemudian dapat dibuka di Excelnya Microsoft Office sebagai pengkemasan akhir dan permanis tampilan dalam jawaban atas bermain bertanya secara geospasial.

Berikut terlampir printscreen atau tangkapan layar sekilas atas proses query keberadaan data geospasial :).

Gambar1. Tangkapan layar proses bermain bertanya secara geospasial dengan ArcGIS


Demikianlah tanya jawab alias bermain bertanya secara geospasial ala fulan dalam blognya.

Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong, Bogor

Salam,

Aji PP

Sunday, June 6, 2010

Paperless Mapping...

Paperless Mapping...

Paperless Mapping ialah sebuah proses pemetaan yang tidak menggunakan kertas, sebuah istilah yang terinspirasi akan mulai munculnya paperless office. Paperless Mapping terjadi semenjak teknologi pemetaan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi geospasial. Tentusaja hal ini semakin menjadi kebutuhan dalam dunia geospasial dikarenakan alur informasi sharing data geospasial berada di dunia maya, tidak hanya di dunia nyata semata.

Kegiatan paperless mapping ini tercetus di benak Aji Putra Perdana ("apepe") seorang Mahasiswa yang sedang belajar dan bekerja secara maya melakukan pemetaan salah satu Kota. Walaupun belum sepenuhnya bisa dikatakan bahwa proses pemetaan yang dilakukannya ialah secara paperless, dikarenakan input data yang diperolehnya berasal dari proses pemetaan partisipatif. Pemetaan partisipatif untuk delienasi batas administrasi hingga level RW (Rukun Warga) dan RT (Rukun Tetangga) masih menggunakan peta citra dicetak pada kertas.

Di sisi lain, bisa juga dikatakan bahwa aktivitas pemetaan ala apepe ialah paperless mapping karena proses pemetaan partisipatif dilakukan oleh rekan-rekan di Kota Kita, sedangkan aktivitas dari data mereka dalam bentuk dijital dikirim via email ke apepe, kemudian digunakan oleh apepe sebagai input dalam melakukan mapping the city until RT level.

Paperless mapping ini sangat unik karena sebenarnya sudah dilakukan di dunia geospasial sekarang ini. Hanya saja dengan isengnya apepe mencoba menulis mengenai paperless mapping, sekiranya ketika semua data sudah menjadi barang dijital maka paperless mapping secara utuh bisa dilakukan. Akantetapi adakah dampak yang akan terjadi dengan perkembangan paperless mapping ini? Tentusaja banyak sekali baik positif maupun negatif; jika kembali ke kata paperless, maka bermakna terjadi pengurangan penggunaan kertas yang merupakan upaya pemeliharaan hutan sehingga kelestatian alam tetap terjaga. Atau lebih menariknya jika dikatakan sebagai trully green mapping process with paperless mapping.

Entah pada tahun berapa kelak, dunia akan berhenti mempergunakan kertas. Mungkin di kala itu ialah dimana dunia geospasial sudah memasuki era multidimensi yang luar biasa. Proses mapping ala paperless yang lebih nyata dan semoga manusia tidak menjadi paperless thinking (maksudnya berfikir tanpa tertulis...ups seenaknya sendiri mendefinisikan*tidak untuk dijadikan acuan).

"Sebenarnya dimana letak paperless mapping yang apepe lakukan?", celetuk fulan pada apepe.

Ya, jika boleh mendefinisikan sendiri bahwa paperless mapping ialah pemetaan tanpa kertas dan itu yang dilakukan sekarang yakni proses mapping dengan input dari data yang sudah dalam format dijital untuk kemudian dibangun ke dalam sebuah basisdata geospasial dimana nantinya disajikan ke dalam Peta-peta paperless. Itu pun ketika peta-peta tersebut tidak dicetak di kertas dan hanya disajikan via tayangan presentasi atau dari layar monitor.

___Tulisan ini sekedar mengisi waktu luang yang dinikmatinya, tanpa bermaksud apapun hanya menulis seiring kata yang melintas di fikiran dan hatinya___

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospasial, tapi renungan berfikir dan ajakan
geospatial sharing dan training ala thole cakep tanpa maksud apapun di dalamnya, semata-mata berbagi kata-kata dan ditujukan untuk keberlangsungan perkembangan dunia geospasial di Indonesia tercinta*


-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Wednesday, April 28, 2010

Play with CAD, GIS and Excel...

Play with CAD, GIS and Excel...


Play with CAD not cat (baca: kucing) ... bermain dengan data autocad drawing, cukup indah gambarnya...Tapi sayang gambar yang thole terima tidak berreferensi geografis dan banyak un connected lines sehingga polygon pun susah di built, ditambah pula penempatan obyek atau feature yang tidak pada layernya. Walhasil, proses editing pun berjalan cukup lama untuk dapat membangun house building to be correlated or spatially join with tabular data.

Awal mulanya ingin memindahkan atau menata ulang layer-layer yang ada dengan menggunakan software pembaca data CAD, tapi daripada bersusah-susah...ya sudah lah kubuka sekalian di software GIS (Geographic Information System) keluaran ESRI yang versi 9.x. Tampilan yang muncul dari data CAD tersebut tampak seperti settingan aslinya di CAD...what a wonderful GIS software, ucap thole (lihat gambar di atas ae ya..).

Proses editing berjalan cukup lama, dengan menggunakan data line dari dwg CAD dibaca di GIS lalu coba memilih layer line yang dibutuhkan only. Meskipun udah terseleksi line tahapan selanjutnya memasuki cleaning data dan kebiasaan lama pun kembali. Thole balik menggunakan GIS software keluaran ESRI yang versi 3.x dengan ekstensi dari ianko yakni edit tool untuk editing line-clean, remove dangling node, double line, etc. Meskipun ianko sendiri telah membuat ET untuk GIS softwrae keluaran ESRI yang versi 9.x. Terlalu banyaknya ribuan lines yang mesti dibersihkan sehingga hampir tidak kuat mataku dan enerji si laptop, sehingga kumpulan lines yang terhubung untuk dapat membentuk poligon bangunan rumah mesti dipecah-pecah ke dalam beberapa region.

Ah,,,ternyata setelah melalui pembacaan ulang terhadap data CAD yang mesti dikerjakan hanyalah bahagian bawah saja. Ketika polygon telah usai, selanjutnya bermain dengan tabularnya.

CAD annotasi to geodatabase anno - saatnya menggunakan tas merah di GIS Esri versi 9.x yakni toolboxes nya : Conersion Tools - To Geodatabase - Import CAD Annotation. Masuklah anno dari CAD (*.dwg) ke geodatabase anno.

The next step is converting anno featureclass to point featureclass, (Data Management Tools - Features - Feature to Point), sehingga didapatlah titik-titik yang di dalam atributnya juga terdapat textual yang nantinya akan digunakan sebagai koding untuk join spatial data dengan tabular data yang masih dipersiapkan dalam file excel.

Excel, saat bermain dengan yang 2003 cenderung menyimpan file ke dalam dbf. Namun ketika bermain dengan yang 2007, menyimpanlah file data ke dalam txt. Untuk kemudian dibuka di software GIS sebagai tabular data to be join with spatial data for the research purpose.

Tapi tidak sesimpel yang dibayangkan :( dikarenakan munculnya masalah-masalah baru, diantaranya ialah adanya blok bangunan yang belum memiliki id-text, adanya poligon-poligon kecil di sela-sela blok rumah, adanya tampalan-tampalan antar rumah yang menyebabkan banyak poligon liar, tidak sinkron nya antara data individu atau house id yang di excel dengan yang di spatial data dari CAD (*.dwg). Akhirnya, penggambaran yang tidak sempurna (penyimpanan layer, lines yang tidak terkoneksi, dll) adalah penyebab kerumitan yang mesti dijalani untuk membangun mapping hingga level blok rumah dari data drawing (meskipun secara visual tampak indah gambarnya). NO OFFENSE, DEFENSE ONLY....

Celoteh di kala tugas masih menumpuk di dalam otak dan belum tersalurkan semuanya ke jari-jemari tangan untuk mengetikkan dan mengubahnya ke dalam kata-kata, rangkaian kalimat hingga paragraf keindahan laporan praktikum dan tugas kuliah, individual maupun group assignment...

Kesimpulan yang hendak disampaikan ialah jika hendak membangun sesuatu bangunlah dengan KESEMPURNAAN, meskipun kita bukanlah yang sempurna. Relativitas masih terjadi, artinya semuanya masih relatif, apa yang menurut kita benar belum tentu menurut orang lain benar. Kebenaran hakiki milik Sang Hakiki...

Uuupppsss...Jadi tidak semakin jelas arah penulisannya. Bermain dengan data CAD sungguh menarik visualisasinya dan menyenangkan drawing nya. Tapi jika hendak dikonversikan ke GIS data dimana tiap point, segmen, area memiliki atribut maka ditata dengan baik obyek yang ada pada layer-layernya masing-masing. Sehingga tidak akan membuat sulit teman-teman yang akan melakukan pengolahan di GIS, bahkan jika memungkinkan kerjakan dari awal dengan GIS...hehe. Excel, kolom dan baris kehidupan untuk pembangunan simpel database blok rumah-rumah.

Banyak hal yang bisa dipelajari dan dikorelasikan dengan fenomena kehidupan yang kita jalani...Ini hanyalah self defense dari sang penulis atas aktifitas yang dijalaninya tanpa maksud dan tujuan apapun. Apabila ada kesamaan tokoh itu hanyalah tokoh sang penulis sendiri jadinya tidak ada tokoh-tokoh lainnya karena itu hanyalah ilusi semata.

Sekian celoteh hari ini..ini bukanlah tulisan spasial bukan pula tulisan ilmiah namun hanya selingan informasi ala putra bumi.



Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospasial, tapi renungan berfikir dan ajakan
geospatial sharing dan training ala thole cakep tanpa maksud apapun di dalamnya, semata-mata berbagi kata-kata dan ditujukan untuk keberlangsungan perkembangan dunia geospasial di Indonesia tercinta*


-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Thursday, January 7, 2010

Geospatial Learning at 2010...

Geospatial Learning at 2010...

Mengawali tahun 2010 dengan pembelajaran geospasial sebuah fenomena pembelajaran yang kian marak diikuti oleh berbagai kalangan dari berbagai disiplin ilmu dan instansi/lembaga/perusahaan. Pembelajaran mengenal ilmu kebumian dengan lebih mendalam memanfaatkan informasi dan teknologi geospasial yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologinya untuk berbagai aplikasi atau terapan. Berkembang dengan nama Geographic Information Science...
According to Goodchild in Spatial Information Science and Geographical Information Science, also from Wilson and Fotheringham in The Handbook of Geographic Information Science. Geographic information science (GISc or GISci) is the academic theory behind the development, use, and application of geographic information systems (GIS). It is concerned with people, hardware, software, and geospatial data. GISc addresses fundamental issues raised by the use of GIS and related information technologies (Goodchild 1990, 1992; Wilson and Fotheringham 2007).
Geographic Information Science...
Figure 1. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

Informasi dan teknologi geospasial yang mencakup perkembangan teknologi Global Positioning System (GPS), teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dengan Pengolahan Citra Digital nya (Image Processing), dan teknologi (software-software geospasial) Sistem Informasi Geografis sungguh sangat luar biasa (extraordinary), sehingga semakin memudahkan kita dalam pengumpulan data (collecting data), penyimpanan data (data storage), data analysis hingga representasi data dalam tampilan 2Dimensi hingga 3 Dimensi atau bahkan multidimensi.

Adanya dunia maya internet ini dan fasilitas searchingnya yang juga luar biasa membantu kita dalam belajar dan berbagi informasi, ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Let's start from the smallest thing...mencari apa itu GPS di google maka kita akan menemukan Wikipidea bahasa Indonesia (dengan referensinya dari 2 sumber) pada halaman pertama dan teratas (saat thole and cakep melakukan googling hari ini). Berikut definisi dari GPS dan sedikit history nya yang dirangkumkan oleh Wikipidea bahasa Indonesia:

Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS).[1] Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun,[2] termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.


Untuk belajar mengenai GPS dan berbagai aplikasinya sebuah situs Indonesia bernama Navigasi dot net GPS dan Informasi Wisata Indonesia memberikan kemudahan beserta informasi wisata di Indonesia. Dalam menu utama dari website tersebut dituliskan oleh sang administrastor bahwa situs Navigasi dot net ini dibangun dengan tujuan memberi kemudahan untuk melakukan perjalanan di wilayah Indonesia dengan menggunakan perangkat GPS. Dengan bantuan perangkat GPS disamping akan mempermudah untuk menentukan arah juga akan mecegah atau memperkecil resiko tersesat maupun kehilangan arah saat dalam perjalanan.
Keterbatasan dan/atau ketidak-tersediaan peta GPS wilayah Indonesia bukanlah suatu penghalang dalam menggunakan perangkat GPS. Dengan kerjasama dan saling tukar-menukar informasi akan letak (kordinat) suatu lokasi, diharapkan akan membantu pengguna situs ini untuk mencapainya.

Kemanapun Anda melangkah GPS will help you to find it...

Let's continue...

Teknologi selanjutnya ialah Penginderaan Jauh,,,hal yang menarik thole dan cakep ialah di Wikipidea bahasa Indonesia belum ada definisi mengenai Penginderaan Jauh. Oleh karenanya thole mengambil dari apa yang pernah ditulis oleh cakep dalam salah satu blognya http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/penginderaan-jauh-remote-sensing.html

Penginderaan Jauh atau Remote Sensing....

Berikut definisi atau pengertian Penginderaan Jauh menurut Lillesand dan Kiefer.

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
Lillesand, T.M. & Kiefer, R.W,1990, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra (Terjemahan Dulbahri, dkk), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Citra penginderaan jauh dapat menggambarkan obyek suatu daerah dan gejala di permukaan bumi dengan: (a) ujud dan letak obyek yang mirip dengan ujud dan letaknya di permukaan bumi, (b) relatif lengkap, (c) meliputi daerah yang luas, dan (d) permanen (Sutanto, 1992).
Sutanto. (1992). Penginderaan Jauh Jilid 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Banyak berbagi definisi lainnya yang bisa kita dapatkan baik dari literatur atau referensi di dunia maya maupun dari buku-buku sesungguhnya di dunia nyata.

Untuk lebih lanjutnya mungkin kita kaji di lain waktu, mari lanjutkan dengan topik teknologi Sistem Informasi Geografis. Menggunakan metode searching yang sama yakni googling dan mengetikkan kata Sistem Informasi Geografis maka muncullah di halaman pertama definisi dari Sistem Informasi Geografis yang tertuliskan dalam wikipedia bahasa Indonesia :

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Dalam blog tutorial gis and remote sensing : http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/sig-gis-definisi.html juga terdapat tulisan beberapa definisi SIG dari referensinya sebagai berikut:
What is GIS??
Geographic Information System ...
Apa itu SIG??
Sistem Informasi Geografis..

Berikut beberapa definisi SIG :

SIG adalah seperangkat alat-alat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanggil kembali, merubah dan menampilkan data spasial dari real world untuk suatu tujuan tertentu. Data geografis (keruangan) menampilan dunia nyata (real world) yang mencakup : a) posisi berdasarkan sistem koordinat, b) atributnya atau kelengkapannya yang tidak berhubungan secara langsung dengan posisi (seperti warna, harga, lokasi penyebaran penyakit), c) hubungan spasialnya antara satu dengan yang lainnya yang menjelaskan bagaimana mereka saling berhubungan (biasa disebut dengan topologi dan penjelasan perangkat ruang dan spasial seperti keterkaitan yang tidak berpengaruh oleh distorsi / kesalahan yang berkelanjutan) (Burrough, et. al., 1986).
Burrough, Peter A & McDonnel, Rachel A., 1986, Principles of Geographical Information System, University Press, Oxford, New York.

SIG merupakan sistem informasi kebumian berbasis sistem komputer. Dalam berbagai perencanaan SIG merupakan suatu model alternatif dari kegiatan dan proses dalam lingkungan dimana dapat dilakukan aktivitas pengukuran (measurement), pemetaan (mapping), monitoring (monitoring) dan pemodelan (modeling) (Star dan Etes, 1990)
Star J. dan J. Etes, 1990, Geography Information System : An Introduction, Prentice-Hall, Inc.,Engglewood Cliffs, New Jersey.

Komponen dalam SIG adalah data masukan (input data raster and vector), manajemen data, manipulasi dan analisis data, serta keluaran (output data). Data masukan didapat dengan cara mengkonversi atau merubah bentuk data mentah (foto udara, citra satelit, peta-peta) menjadi bentuk data yang sesuai untuk digunakan pada lingkungan SIG. Manajemen data mencakup penyimpanan data dan pertukaran data pada lingkungan SIG. Manipulasi dan analisis merupakan komponen SIG yang berfungsi untuk membuat atau memproses data menjadi informasi yang bermanfaat. Untuk visualisasi atau tampilan hasil akhir SIG dilakukan pada tahapan keluaran data (output) (Aronoff, 1989).
Aronoff, Stan, 1989, Geographic Information System : A Management Perpective, WDL Publications, Ottawa, Canada.
Kurang lebih itulah sekelumit ringkas mengenai ketiga teknologi yang dipelajari dalam pembelajaran Geospasial Learning at 2010, meliputi juga Pelatihan GPS, Pelatihan SIG Tingkat Dasar, Lanjut/Analis, Manajerial dan Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG, Pengolahan Citra Digital dan lain sebagainya.

Jadi teringat lagi, ketika belajar sewaktu TK hingga kini Mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi kita selalu dituntut untuk membaca buku dan buku...Perkembangan teknologi informasi memudahkan kita dalam memperoleh buku yang tidak lagi lembaran nyata namun dapat berupa e-books...Dalam rangka geospasial learning at 2010 tidak henti-hentinya thole and cakep berbagi gos ebooks sekedar buat belajar bersama-sama mengenai penggunaan Global Positioning System (GPS), pengolahan citra penginderaan jauh digital dan pemetaan menggunakan software Sistem Informasi Geografis, manajemen basisdata spasial dengan teknologi dan fasilitas yang disediakan oleh software-software geospasial untuk data bereferensi kebumian. Apa itu bereferensi kebumian sila bebaca di http://ajiputrap.blogspot.com/2009/12/berkoordinat-bumi-alias-georeference.html.

Berikut sedikit ebooks yang bisa di bebaca, kini tlah banyak teman-teman pemerhati geospasial saling sharing dan berbagi berbagai informasi dan perkembangan yang ada, silahkan searching dan keep learning...Semoga bisa bermanfaat...Salam Geospasial Indonesia...MERDEKA!!!

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila menghendaki mengikuti Geospatial Learning at 2010 bersama kami silahkan hubungi:

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan GPS, SIG, Penginderaan Jauh, Geospatial Learning dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


"Saat ini tidak memiliki cabang dimanapun dan hanya berkantor pusat di Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564"

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Friday, January 1, 2010

ArcGIS Diagrammer-GIS E-book...

Sekedar re-posting dan update status GIS E-book...yakni ArcGIS Diagrammer...

Teringat postingan thole and cakep beberapa waktu yang lalu di tahun 2008 mengenai ArcGIS Diagrammer...Kala itu thole menggunakan ArcGIS Diagrammer untuk mengemas geodatabase dari nyamuk-nyamuk di Kota Yogyakarta saat hendak dipresentasikan di Hyderabad City..

http://ajiputrap.blogspot.com/2008/10/arcgis-diagrammer.html


Documenting your geodatabase design is important. At the ArcGIS data models Web site (http://support.esri.com/datamodels), a series of diagrams is used to represent the key design concepts and to document the specifications of geodatabase elements, metadata, and map layers in each of the data model templates.

There are five key elements to represent the contents of your geodatabase design. These include:
1.Datasets—These are specifications for how to record the properties of feature classes, rasters, and attribute tables as well as the set of columns in each table. For spatial representations you'll see some geometric properties (such as point, line, and polygon and types of coordinates). Often, you'll see a specification for subtypes.

2.Relationship classes—Attribute relationships are widely used in GIS, just as they are in all DBMS applications. They define how rows in one table can be associated with rows in another table. Relationships have a direction of cardinality and other properties (for example, is this a one-to-one, one-to-many, or many-to-many relationship?).

3.Domains—These represent the list or range of valid values for attribute columns. These rules control how the software maintains data integrity in certain attribute columns.

4.Spatial Rules—A number of advanced data modeling capabilities are available for geodatabases. For example, data elements, such as topologies and their properties, are used to model how features share geometry with other features. Topologies, along with network datasets, address locators, terrains, cartographic representations, geometric networks, and many other advanced geodatabase types, provide a very critical and widely used GIS mechanism to enable spatial behaviors and to enforce integrity in GIS databases.

5.Map Layers—GIS includes interactive maps and other views. A critical part of each dataset is the specification for how it is symbolized and rendered in maps. These are typically defined as layer properties in ArcMap, which specify how features are assigned map symbology (colors, fill patterns, line and point symbols) and text labels. Layers are not managed in geodatabases but are an important aspect in helping to define some key dataset properties in a geodatabase schema. Layer specifications are shown in yellow. Layers can be stored as .lyr files or as elements in an ArcMap document (.mxd).


ArcGIS Diagrammer is a productivity tool for GIS professionals to create, edit or analyze geodatabase schema. Schema is presented as editable graphics in an environment familiar to users of Microsoft Visual Studio 2005. Essentially ArcGIS Diagrammer is a visual editor for ESRI’s Xml Workspace Document which are created by ArcCatalog, the management application in the ArcGIS Desktop product suite.

You can download a tool, Geodatabase Diagrammer, that will generate a series of Visio graphics of your datasets and elements in your geodatabase. Search for "Geodatabase Diagrammer" at http://arcscripts.esri.com.

source information : ArcGIS Dekstop Help
http://arcscripts.esri.com/details.asp?dbid=15166

Kini sebuah tulisan mengenai ArcGIS Diagrammer berbahasa Indonesia yang dikemas oleh tim PT. Geovisi Mitratama guna berbagi dalam geospatial learning...
New Upload GIS E-book di milist komunitas-gis...

GIS E-book with the title is "Disain Geodatabase
dengan ArcGIS Diagrammer". Please feel free to get and distribute it..
Its filename is "Disain Geodatabase.pdf"

Below short information what its content is :
BAGIAN PERTAMA : PENGANTAR
MEMULAI ARCGIS DIAGRAMMER
BAGIAN DUA : MENYUSUN MODEL DIAGRAM
MEMBUAT DOMAIN
MEMBUAT FEATURE DATASET
MEMBUAT FEATURE CLASS
MEMBUAT TABLE
MEMBUAT RELATIONSHIPS
MEMBUAT TOPOLOGY
BAGIAN TIGA : IMPLEMENTASI DIAGRAM
CHECKING ERROR
MENGEKSPOR KE XML DAN GENERATE DI LINGKUNGAN ARCGIS
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

What is "GIS E-book Series" and "Komunitas GIS" ???

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.



Wednesday, October 14, 2009

Geospatial Training - November 2009

Geospatial Training on November 2009

Geographic Information Science...

Figure 1. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

According to Goodchild in Spatial Information Science and Geographical Information Science, also from Wilson and Fotheringham in The Handbook of Geographic Information Science. Geographic information science (GISc or GISci) is the academic theory behind the development, use, and application of geographic information systems (GIS). It is concerned with people, hardware, software, and geospatial data. GISc addresses fundamental issues raised by the use of GIS and related information technologies (Goodchild 1990, 1992; Wilson and Fotheringham 2007).

Cakep : "Technology is the use of machines to solve human problems. Non-technology is the beauty, the art, the emotional enjoyments that make animals feel joy, and the civilized culture that defines humanity apart from other animals. GISc is entangled with technology but distinctions can be made. Information Technology emphasizes the machines and the hardware. Whereas, Information Science is focused on how humans use information to understand nature (humanity being one small type of nature). Information Science emphasizes the logic, methods, software, the mental structures."

Thole : "Nice explanation Kang Cakep. How about Information and Data or Geographic Data ?"

Cakep : "
Information is one type of human thought. Data is one type of information, particularly the archival of information for later use. Two basic types of information are spatial and temporal."

Thole : "Belajar informasi spasial atau informasi geografis atau geospasial information sangatlah menarik bagi kita semua, baik yang bekerja sebagai pegawai negeri yang berkutat dengan data spasial, informasi atributal yang dikoneksikan dengan data spasial, pemetaan kartografi, analisa menggunakan SIG untuk berbagai kepentingan seperti perencanaan wilayah, tata ruang, kebencanaan, perhitungan pajak, blok-blok bangunan/persil bangunan, kehutanan, hingga pengolahan atau pemanfataan citra satelit secara digital untuk dianalisis sehingga menghasilkan informasi baru yang dapat bermanfaat seperti ekstraksi informasi bentuk lahan, tutupan lahan, penggunaan lahan, perubahan garis pantai, kerapatan vegetasi, dan lain sebagainya. Maupun dapat pula menjadi ketertarikan tersendiri bagi pegiat swasta seperti halnya explorasi tambang, contour modelling, profilling, survey dan pemetaan untuk berbagai aktivitas mereka, analisis spasial untuk pengembangan usaha mereka, penentuan lokasi, analisa pasar secara spasial, business analis, dan lain sebagainya sesuai dengan aktivitas kerja atau bidangnya. Kemudian ada pihak lembaga swadaya masyarakat baik lokal maupun internasional yang bergerak untuk memajukan masyarakat Indonesia melalui berbagai pendekatan dan pemberdayaan masyarakat. Di bidang pendidikan, mereka dapat menggunakan analisa spasial atau membuat Sistem Informasi Pendidikan berbasis SIG yang akan membantu dalam memetakan dan analisa keberadaan, kondisi dan pengembangan fasilitas pendidikan terkait daya tampung siswa dan lain sebagainya. Di bidang pemberdayaan masyarakat, kini tampaknya pemetaan partisipatif ataupun participatory GIS sangat bermanfaat dalam menggali informasi dari masyarakat, menangkap aspirasi masyarakat dan mengkaitkannya dengan data spasial ataupun melakukan pemetaan biogeofisik dan sosial budaya dari masyarakat dengan lebih informatif dan sekiranya dapat digunakan sebagai usulan dalam decision making atau kebijakan terkait masyarakat tersebut. Di bidang kesehatan, John Snow sebagai pioner dalam pemanfaatan analisa spasial, pemetaan, gis di bidang kesehatan dengan peta klasiknya mengenai penyebaran penyakit kolera dikaitkan dengan keberadaan Broad Street pump. Penyebaran penyakit secara spasial di permukaan bumi tidak dapat diindahkan, oleh karenanya sangatlah diperlukan geospatial information and analysis untuk kesehatan masyarakat. Hampir semua informasi yang berada di permukaan bumi yang tersebar secara keruangan dan ada keunikan di masing-masing wilayah sangatlah memungkin untuk hal-hal tersebut dianalisa secara ruang dan waktu. Oleh karena itu, para pegiat geospasial sekiranya berkenan untuk berbagi dan belajar bersama untuk bersatu padu dalam geospatial learning ataupun geospatial sharing. Thole hendak mengajak teman-teman semua yang berminat dalam geospatial untuk bergabung dalam geospatial training atau pelatihan SIG yang akan diadakan pada awal bulan November 2009 ini di Yogyakarta. Geospatial Training - November 2009 mengajak untuk mengenal, memahami, geospasial information and how it can be analyze for GREAT new information."


sumber :
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/09/geographic-information-science.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/05/pelatihan-giskursus-gis-2009.html


Pelatihan SIG Tingkat Analis di Minggu Pertama Bulan November 2009


Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan SIG dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Wednesday, October 7, 2009

SIG-GIS-Geospatial-Learning

Geospatial Sharing and Learning...

begitulah thole menyebut aktivitasnya...

Minggu ini, kang thole cakep sudah melaksanakan apa yang mesti dikerjakan sesuai dengan keinginan yang memintanya mengerjakan yakni pekerjaan Geospatial Sharing and Learning.

Keunikan pun terjadi pada pembelajaran bersama sebagian warga masyarakat Yogyakarta yang merupakan para pemangku kenegerian dari berbagai dinas kementrian lokal. Teknologi kian maju dan internet bukanlah barang yang susah dipahami, walhasil pembelajaran geospasial merambah ke area internet dengan asyiknya bermain dan mengobrol alias update status di fesbuk world. Konsentrasi akan spasial sharing pun agak buyar dan seakan menjadi mudah dan susah...fiuhh....demikian kisah kang thole cakep.

Oleh karena itu, thole mencoba menawarkan sebuah Geospatial Sharing and Learning tingkat lanjut...

learn by doing dan do by learning...

berikut infonya :
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelatihan SIG Tingkat Lanjut di Minggu ke-3 Bulan Oktober 2009

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan SIG dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

Thursday, May 28, 2009

Pelatihan GPS-GPS Training

GPS (Global Positioning System), merupakan Sistem Radio Navigasi dan Penentu Posisi menggunakan Satelit, yang dimiliki dan dikelola Amerika Serikat.

PELATIHAN, berupa pelatihan SIG, pelatihan GPS (Global Positioning System), Pelatihan Survei Pemetaan, Pelatihan Penginderaan Jauh, Pelatihan Image Processing dan berbagai Pelatihan-pelatihan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Pelatihan Aplikasi GPS merupakan pelatihan pemanfaatan teknologi GPS dan integrasinya dengan GIS (Geographic Information System).

Aplikasi GPS telah digunakan oleh berbagai kalangan baik pemerintah, swasta, maupun organisasi-organisasi non pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM/Ornop)/NGO Lokal maupun Internasional sebagai alat bantu dalam kegiatannya.

Kami dari PT. Geovisi Mitratama hadir untuk menawarkan Pelatihan Aplikasi GPS.

KONTAK GEOVISI :
PT. GEOVISI MITRATAMA
Email : info@geovisi.com
Web : http://geovisi.com

Silahkan bergabung dalam KOMUNITAS GIS untuk bersama-sama berbagi dengan teman-teman GIS...

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS


Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


Best Regards,

Aji Putra Perdana
Now : GIS and Data Management-Dengue Project

Pelatihan GIS/Kursus GIS 2009

Pelatihan GIS/Kursus GIS

GeoVISI - GIS & IT Consultant

P.T. Geovisi Mitratama berkedudukan di Sidoarum Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta, Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang Konsultansi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Teknologi Informasi.

Salah satu produknya ialah PELATIHAN, berupa pelatihan SIG, Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Segala keunggulan Sistem Informasi Geografis (SIG),Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian sudah berkembang pesat dalam berbagai aplikasinya.

Teknologi yang berbasis komputer menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang baik dalam penguasaan Sistem Informasi Geografis (SIG), Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing, hardware, software, manajemen data, dan analisa guna mendukung pemanfaatan SIG dan Penginderaan Jauh sesuai bidangnya.

Oleh karena itu, P.T. Geovisi Mitratama hadir menawarkan Pelatihan, berupa pelatihan SIG, Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan SIG dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info@geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

KML2SHP - Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile (SHP)

KML2SHP - Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile (SHP)

Keyhole Markup Language (KML) is an XML-based language schema for expressing geographic annotation and visualization on existing or future Web-based, two-dimensional maps and three-dimensional Earth browsers. KML was developed for use with Google Earth, which was originally named Keyhole Earth Viewer. It was created by Keyhole, Inc, which was acquired by Google in 2004. The name "Keyhole" is an homage to the KH reconnaissance satellites, the original eye-in-the-sky military reconnaissance system first launched in 1976.

source : http://en.wikipedia.org/wiki/KML


KML is a file format used to display geographic data in an Earth browser such as Google Earth, Google Maps, and Google Maps for mobile. KML uses a tag-based structure with nested elements and attributes and is based on the XML standard. All tags are case-sensitive and must be appear exactly as they are listed in the KML Reference. The Reference indicates which tags are optional. Within a given element, tags must appear in the order shown in the Reference. If you're new to KML, explore this document and the accompanying samples files (SamplesInEarth and SamplesInMaps) to begin learning about the basic structure of a KML file and the most commonly used tags. The first section describes features that can be created with the Google Earth user interface. These features include placemarks, descriptions, ground overlays, paths, and polygons. The second section describes features that require authoring KML with a text editor. When a text file is saved with a .kml or .kmz extension, Earth browsers know how to display it.

source : http://code.google.com/apis/kml/documentation/kml_tut.html


The ESRI Shapefile or simply a shapefile is a popular geospatial vector data format for geographic information systems software. It is developed and regulated by ESRI as a (mostly) open specification for data interoperability among ESRI and other software products.[1] A "shapefile" commonly refers to a collection of files with ".shp", ".shx", ".dbf", and other extensions on a common prefix name (e.g., "lakes.*"). The actual shapefile relates specifically to files with the ".shp" extension, however this file alone is incomplete for distribution, as the other supporting files are required. Shapefiles spatially describe geometries: points, polylines, and polygons. These, for example, could represent water wells, rivers, and lakes, respectively. Each item may also have attributes that describe the items, such as the name or temperature.

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Shapefile

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile(SHP)

http://arcscripts.esri.com/details.asp?dbid=15175KML2Shape

KML to Shapefile conversion. Works in batch and single file mode. Imports "NAME" attribute as well as geometry. Extracts polygons, lines, points (as well as their 3D versions) separately, so if KML contains several types of objects you'll need to use polygons, lines, points menu items one after the other.

or this one:

http://www. 4shared. com/file/59617529/b74d231b/kml2shp.html

Online Kml2shp file conversion from zonums :

http://www.zonums.com/online/kml2shp.php

Kml2shp file conversion
Need of transferring Google Earth Data to a GIS? Kml2shp transforms KML

files into ESRI Shapefiles.

The KML file could contain Points, Paths and Polygons. When creating SHP
files the information is separated into thematic layers.

For each shapefile (shp), an attributes table (dbf) and index file (shx) are
created.

The kml to shp conversion consists of three steps:

1) Open KML file
2) Choose Shape Type
3) Select output Shapefile name

Optionally, you can change from WGS84 to a local datum and from Lat/Lon to
UTM.

Also, Kml2shp can export to AutoCAD (DXF) and GPS (GPX)

source : http://www.zonums.com/kml2shp.html


Best Regards,

Aji Putra Perdana

Membuat Profil di ArcView dan ArcGIS

Membuat Profil di ArcView dan ArcGIS

Membuat profil di ArcView dan ArcGIS bisa menggunakan ekstensi/tools 3D analyst.


Selain itu, ada tools dari Ian-Ko :

Untuk di ArcView bisa juga menggunakan Profile Extractor 6.0

Extracts cross section profile from a DTM. The user can draw cross section line (polyline, rectangle, circle or polygon), select existing one, move selected line or it's ends or rotate a line around it's middle point. The profile is drawn into a Chart.
http://www. ian-ko. com/downloads/pe60/pe60_av.zip


Untuk di ArcGIS bisa juga menggunakan ET Surface 2.0 released 18 April 2008 dari ian-ko dot com.

ET Surface is a set of tools for ArcGIS that enable the users to create surfaces and perform surface analysis without the need of 3D or Spatial Analyst extensions. The only requirement is an ArcGIS license (ArcView, ArcEditor or ArcInfo).
http://www. ian-ko. com/ET_Surface/ets_main. htm

Salam hormat,

Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/
- keep fun, fresh and share -

Thursday, April 30, 2009

ArcGIS 9.3.1 Unlocks the Potential of Your GIS

ArcGIS 9.3.1 Unlocks the Potential of Your GIS

ArcGIS 9.3.1, which has begun shipping, helps create and share modern Web maps that are relevant for the entire organization. This release of ESRI's integrated collection of GIS software products focuses on improving the performance of dynamic map publishing and increasing the visibility of geographic information.

A new press release about this has been post by ESRI.

ArcGIS 9.3.1, which began shipping today, helps you create and share modern Web maps that are relevant to your entire organization. This release of ESRI's integrated collection of geographic information system (GIS) software products focuses on improving the performance of dynamic map publishing and increasing the visibility of geographic information.

Some of the key highlights and areas that ESRI focused on with ArcGIS 9.3.1 where:

  • High-Performance Dynamic Map Publishing

    ArcGIS 9.3.1 includes an optimized map service that allows you to produce high-performance dynamic maps. The improved map quality in these services includes sharper edges to features, clearer labels, and better color transparency.

  • Better Sharing of Geographic Information
  • Seamless Integration with Microsoft Virtual Earth

    ArcGIS Desktop users are now able to directly connect to Microsoft Virtual Earth services and quickly start their GIS projects with ready-to-use content at no additional charge.

  • ArcGIS API for Microsoft Silverlight

    ArcGIS Server now supports Microsoft's Silverlight Web development platform for building fast, highly interactive Web applications.

  • Easy to Install
  • Changes to ArcGIS Server Licensing Provide More Flexibility

    With the release of ArcGIS Server 9.3.1, some licensing changes have been made to allow users more flexibility in their ArcGIS Server deployments.

  • Resources to Help You Get Started

The full press release talking about all these latest features can be found here: http://www.esri.com/news/..


source information :
  • http://www.educationgis.com/2009/04/arcgis-931-begins-shipping.html
  • http://mandown.co.nz/esri/arcgis-9-3-1-unlocks-the-potential-of-your-gis/
  • http://www.esri.com/news/releases/09_2qtr/arcgis_9-3-1.html

Best Regards,
Aji Putra Perdana
GIS and Remote Sensing Freelance Consultant
http://ajiputrap.blogspot.com/ - beraneka berita, informasi, science, gis dan remote sensing...
http://bumiwisata.blogspot.com/ - berwisata di Bumi tercinta
http://gisresetutor.blogspot.com/ - mencoba berbagi tutorial2x...

Wednesday, March 4, 2009

Lowongan Kerja di ESRI (Careers at ESRI)

Lowongan Kerja di ESRI (Careers at ESRI)

Banyak orang masuk di ESRI karena kemampuan reputasi teknis, budayanya, dan kesempatan untuk bekerja dengan cerdas, kreatif dalam masyarakat yang terbuka, lingkungan kolaboratif.

Karyawan di ESRI bergairah dalam pekerjaan mereka karena mereka tahu pendapat mereka dan inovasi membuat perbedaan dalam masyarakat kita.

Petakanlah Karir Baru Anda dengan ESRI
Kami mendorong Anda untuk membuat account dan beritahu kami tentang diri Anda dan tantangan yang Anda cari. Menyelesaikan dan memelihara profil pribadi Anda akan memberikan visibilitas lebih ke ESRI recruiters ketika mereka mencari calon kandidat untuk buka posisi.

-------------------------------------------------------------------------------------
Many people are drawn to ESRI because of its outstanding technical reputation, unique culture, and the opportunity to work with smart, creative people in an open, collaborative environment.

Employees at ESRI are passionate about their work because they know their opinions and innovations make a difference in our society.

Map Out Your New Career with ESRI
We encourage you to create an account and tell us about yourself and the challenge you are seeking. Completing and maintaining your personal profile will give you more visibility to ESRI recruiters when they are searching for potential candidates for open positions.

http://careers.esri.com/

Monday, November 24, 2008

ARCGIS Data Interopability

ARCGIS Data Interopability sebuah ekstensi yang luar biasa, muncul di ArcGIS 9.2 (kalo tidak salah..mohon koreksinya),,,
ArcGIS Data Interopability menghancurkan tembok pembatas layaknya dinding-dinding yang menjadi sekat pembatas akses data langsung, transformasi data, dan kemampuan export data.
---------------------------------------------
Apa itu Interoperability : http://en.wikipedia.org/wiki/Interoperability
---------------------------------------------
ArcGIS mengeluarkan ekstensi ARCGIS Data Interopability ini membantu pengguna ArcGIS Desktop sehingga mudah dalam penggunaan dan distribusi data dalam berbagai format.
Dengan ArcGIS Data Interopability kita dapat secara langsung lebih dari 75 format data spasial, ekxport ke lebih dari 50 format data spasial, penggunaan semantic data translation engine dengan 150 transformer khusus, integrasi dengan geoprocessing termasuk Model Builder untuk menambahkan manipulasi format data dalam pemodelan GIS.
Berikut ada :
Summary supported format di ArcGIS Data Interopability
dalam format pdf berisi format data yang didukung di ArcGIS Data Interopability.
---------------------------------------------------------------------------

Gambar di atas ku cuplik2 dan gabung-gabung.. :)
---------------------------------------------------------------------------------
Menggunakan Tools Ekstensi Data Interopability
Using the Data Interoperability Extension tools
These tools can be organized into three functional areas:
Direct read tools
- Direct Read
The simplest way to directly read non-ESRI data formats is by browsing to the datasets in the Catalog Tree. This ability only requires that the Data Interoperability Extension is enabled. This user experience is similar to browsing for ESRI data formats. The representation of the data will depend on the format - some will posses containers with feature classes and others will be single files.

Kita bisa melihat berbagai format data spasial melalui ArcCatalog Tree..
Bisa juga kita mengakses format data non-ESRI dari ArcMap lewat Add Data

- Interoperability Connections
Metode lain untuk membaca data non-ESRI ialah dengan menggunakan Interoperability Connections tool.

This tool provides a more robust method for directly reading your data sources. It allows you to make a connection to a data source or a collection of data sources.
Once the connection is made, data sources will appear underneath the Interoperability Connection tree and are available for use.

Here are some reasons why you may want to use an Interoperability Connection:
* Maintain database connections
* View formats with non-standard file extensions that not be recognized by the Catalog Tree
* Aggregate many tiles of data
* Add formats that require parameters like usernames and passwords
* Specify the coordinate system

Quick conversion tools
The Data Interoperability Extension provides the following tools to quickly convert data: Quick Import and Quick Export. These tools are intended for simple data translations - where the number of input features will match the number of output features. In other words, it is a one to one translation (i.e., flat conversion).
These tools do not require a lot of preparation, so they are ideal for scenarios where you need to convert data quickly. Both of these tools can be incorporated in a Geoprocessing model or script. This allows you to combine the conversion with other Geoprocessing operations. It is important to note that Quick Import and Quick Export will not modify feature geometry or schemas during the conversion.

Quick Import
The Quick Import tool allows you to convert input data formats to a geodatabase. Quick Import is a geoprocessing tool and resides in the Data Interoperability Tools toolbox. Double clicking the tool will open the Quick Import dialog box which will allow you to specify an input data and output staging geodatabase that will define the translation.

Quick Export
The Quick Export tool allows you to convert layers to an output dataset. Like Quick Import, Quick Export is also a geoprocessing tool that resides in the Data Interoperability Tools toolbox. Double clicking the tool will open the Quick Export dialog box which will allow you to specify input layer(s) and an output dataset.

Data transformation tools
Data transformation tools are used to manipulate and transform data. They can perform both schema and geometric restructuring as you convert data to a new output data source. For example, you can add, remove or rename attributes, and calculate or assign values to new or existing attributes. These tools allow you to integrate complex data model restructuring within the geoprocessing environment.
The Workbench application is included with the ArcGIS Data Interoperability extension. This application is a visual diagramming environment that supports dozens of transformers that enable you to transform both geographic and attribute information. You can use the Workbench application to create custom data tools for transforming data as you create new data sources and create custom formats to transform data on-the-fly. These tools use Safe Software's feature manipulation language of their Feature Manipulation Engine (FME). They allow for schema redefinitions and give the user full control of the data translation and transformation process.
Spatial ETL
The Spatial ETL tool provides data transformation capabilities within the geoprocessing environment. It replaces the three custom tools (Custom Data Import, Custom Data Export, and Custom Data Transformation) that were available in previous versions of ArcGIS 9.x. Therefore, it can be used for importing, exporting, and transforming data. Spatial ETL now provides a single tool for all of your data transformation workflows.



source : ArcGIS Dekstop Help, http://www.esri.com/software/arcgis/extensions/datainteroperability/index.html, http://myesri.blogspot.com/2006/07/arcgis-data-interoperability.html, http://en.wikipedia.org/wiki/Spatial_ETL,http://en.wikipedia.org/wiki/Interoperability

Spatial and Non-Spatial Regards...

Aji Putra Perdana

Wednesday, November 19, 2008

ArcGIS Model Builder

An overview of ModelBuilder

ArcGIS Model Builder

ModelBuilder is an application in which you create, edit, and manage models. If you haven't done so already, you should read Creating a simple model, for it shows you, by example, the basic tasks of creating a model in ModelBuilder. You should also read An overview of model concepts and terms and the topics referenced there, since they define many of the terms used here.

The components of the ModelBuilder application are shown below.



There are five pull-down menus on the Main menu.








The toolbar has the following buttons and tools:








Read a synopsis of this toolbar

* The Add Data or Tool button is discussed in Creating model processes.
* Navigation tools are discussed in Navigating a model.
* Select Element allows you to select an element for moving, copying, accessing properties, and deleting.
* The Connect tool connects elements, such as a data variable to a tool, and is discussed in Creating model processes.
* The Run button runs the model and is discussed in Running a model.



You cannot customize this toolbar.

The topics that follow discuss the use of ModelBuilder and the mechanics of creating, editing, and managing models.


Model building approaches discusses the two basic approaches to model building.

When you build a model, you create processes (a process is a tool plus its data) and the connections between them, and Creating model processes shows you how.

You can run your models within ModelBuilder, or execute them like any other tool using the tool dialog or the Command Line window. Running a model shows you how to run models within ModelBuilder.

Validating a model shows you how to check your model for errors and to synchronize data variables.

Model environments discusses the use of geoprocessing environment variables and how they can be used in models.

Model appearance shows how you can change the look and arrangement of model elements to increase readability.

You can print a model diagram (Printing a model), generate and print a report (Model reporting), and export a model to a script (Exporting a model).

Model documentation is very important for sharing models. Documenting a process shows how to provide documentation for individual model processes.

-------- source information : http://webhelp.esri.com/arcgisdesktop/9.2/index.cfm?TopicName=An_overview_of_ModelBuilder

*******************************************************************
ArcGIS Model Builder :
Terrain Analysis using Model Builder

Prepared by David R. Maidment and David G. Tarboton
Fall 2004

This tutorial shows how to solve a simple terrain processing and hydrologic analysis problem using the ArcGIS Model Builder to develop an automated workflow sequence. The input data are two small grids that can be typed in a word processor elev.txt and rain.txt. These grids contain a 6-line header file which defines the number of rows and columns, the coordinates of the lower left corner, the cellsize and the value for cells which have no real data in them. Then the data values follow in row-column format. All dimensions of the terrain grid are in meters and the rainfall is in mm.


========================================================================================
ArcGIS Model Builder
Local Examples of ArcGIS 9 Model Builder

VSDP Roundtable
13 July 2005


1. Montpelier Development Potential
Daniel Currier, Central Vermont Regional Planning Commission
http://www.centralvtplanning.com/

2. Natural Lands Trust Green Plan 2005
David Felcan, Avencia Incorporated
http://www.avencia.com/

3. Species Habitat Modeling
Ernest Buford, UVM Spatial Analysis Laboratory
http://www.uvm.edu/envnr/sal/

------------------------------------------------------------------------------------
ArcGIS Model Builder
Montpelier Development Potential Model

CVRPC used this model to analyze development potential in the town
of Montpelier. The model basically performs many unions to overlay
eleven input layers that have all been scored according to their effect
on development potential.

-------------------------------------------------------------------------------------
ArcGIS Model Builder
National Lands Trust Green Plan Model

The NTL Green Plan model combines several protected lands layers (polygon shapefiles)
into a single protected lands layer and performs an analysis that is used to identify
"hubs" of protected land that might serve as the core areas of a more well-connected
network of protected land.


-------------------------------------------------------------------------------------
ArcGIS Model Builder
Species Distribution Modeling

One common way to create predicted distribution maps for animals is to
reclassify a land cover layer according to whether or not the species in
question would be predicted to use each cover type. These simple species
maps are often modified by using range data or such ancillary information as
elevation or distance to water. The Spatial Analysis Lab has done several
projects using this type of technique.



==============================================================================

ArcGIS Model Builder

bEST ReGards,

Aji Putra Perdana
- free gis'er -

Salam SPaSial dan NoN sPasiAL