Showing posts with label Tips Tricks. Show all posts
Showing posts with label Tips Tricks. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

(Toponimi) Nama itu "Indonesia"

(Toponimi) Nama itu "Indonesia"
Di sela-sela membaca mengenai perubahan iklim, perubahan penutup lahan/penggunaan lahan, nama-nama wilayah di Bumi. Terfokuslah pada nama wilayah dimana penulis bertempat tinggal dan berkebangsaan yakni Indonesia.

Fenomena global seperti perubahan iklim hingga perubahan regional atau lokal seperti perubahan penutup lahan/penggunaan lahan dan pemekaran wilayah yang berkaitan pula dengan pembakuan nama-nama rupabumi, itulah fenomena kebumian yang sedang dipelajari oleh penulis dan merupakan hal-hal yang mesti diperhatikannya. Berbicara itu semua tidaklah berkaitan dengan judul yang diangkat apabila melihatnya secara langsung, tetapi fenomena kebumian yang sedang dipelajari tersebut merupakan rangkaian informasi ataupun data geospasial yang sedang dikumpulkan dalam berbagai aspek kajian yang berlokasi di suatu wilayah yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke (kurang lebih demikian yang didapat sewaktu kita belajar di sekolah dasar).

Indonesia, itulah namanya. Tulisan ini diangkat sebagai bagian dari hasil membaca sebuah tulisan berjudul "Asal Usul Nama Indonesia" tulisan oleh Irfan Anshory dalam Buletin Toponimi.

Siapa sangka, Indonesia memiliki beraneka ragam nama sebelum akhirnya dikenal sebagai bangsa Indonesia dan diakui oleh dunia. Tentunya yang menyangka itu ialah rekan-rekan yang mempelajari "Indonesia" dari segi bahasa, budaya ataupun aspek lainnya. Tapi sangat disayangkan penulis, baru menyadari arti pentingnya sebuah nama ketika mengenal topo dan onima.

Kawasan kepulauan Indonesia dalam catatan bangsa Tionghoa dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan), catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), bangsa Arab menyebutnya Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Lalu pada masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa yang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Persia, Arab, India dan China; mereka menyebut daerah yang terbentang luas antara China dan Persia semuanya adalah "Hindia". Tanah air kita (Indonesia) mendapat sebutan nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales).

Tatkala terjajah oleh Belanda, nama resminya ialah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan saat dijajah Jepang memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Multatuli atau Eduard Douwes Dekker (1820-1887) mengusulkan nama spesifik yaitu Insulinde yang berarti "Kepulauan Hindia" (bahasa latin insula berarti pulau), tapi sayangnya kurang populer. Kala itu tahun 1920an, Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli) memopulerkan nama "Nusantara", suatu istilah yang telah berabad-abad tenggelam. Diambilnya nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit.

Nama Indonesia

Singkat cerita, dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) Volume IV, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Di awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan kita, dipungutlah kata yang dibuang oleh Earl (Indunesia) dan mengganti huruf u dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Pertama kali "Indonesia" tercetak dan muncul di dunia ialah pada halaman 254 dalam tulisan Logan.

Putra bangsa ini yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Ki Hajar Dewantara dimana kala itu beliau dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 dan mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Berlanjut pada dasawarsa 1920-an, nama itu yakni "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" memiliki makna politis sebagai identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaannya.

Banyak organisasi hingga partai politik merubah namanya dengan tambahan "Indonesia", hingga akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928 (peristiwa Sumpah Pemuda) nama itu, Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita. Atas kehendak Allah, jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Tanggal 17 Agustus 1945, Atas berkat rahmat Allah, lahirlah Republik Indonesia.

-usai-

Ingin membaca lebih lengkap, silahkan akses Buletin Toponimi Volume I, No. 1, Februari 2010.


Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar apa itu informasi yang berbau ruang dan waktu*

Monday, April 18, 2011

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Gambar1. Buku "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL"

Sebuah catatan ringan yang bersumber dari Kata Pengantar dan Bab I sebuah Buku berjudul "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL" karya Prof. Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc terbitan BAKOSURTANAL.

Beliau mengantarkan buku ini dengan rangkaian kata awal berupa apa itu "Data Spasial" dilanjutkan dengan sifat keruangan di Bumi yang kini dikenal dengan istilah "Geospasial" sebagai kosakata baru dalam era teknologi informasi. Informasi tersebut juga ada secara absolut di Bumi melalui sistem koordinat "geodetik", adanya satelit GPS membantu menentukan posisinya yang teliti di Bumi ini. Dilanjutkan dengan perlunya koordinasi pemetaan di Indonesia (sejarah dibentuknya BAKOSURTANAL).

Ada hal yang sangat menarik yakni penjelasan mengenai asal usul istilah "data spasial" pada Kata Pengantar Buku ini. Banyak yang mengira bahwa istilah data spasial merupakan nomenklatur yang diciptakan oleh para profesi pembuat peta, tetapi yang sebenarnya istilah data spasial justru datang dari para ahli statistik dunia dan para perencana regional dunia yang berkumpul di suatu kota kecil Perancis Saint-Maximin 24-28 Mei 1971. Kala itu, mereka merasa bahwa data statistik yang selama ini dipergunakan dalam perencanaan tidaklah cukup untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan lokasi sumberdaya alam, sehingga diperlukan adanya data yang "berdimensi spasial" bukan data statistik semata. Kemudian dimunculkanlah istilah "Data Banks for Development" (1971) untuk data berdimensi spasial, yang selanjutnya berkembang menjadi "Geographic Data Handling" (1975) kemudian menjadi Geo-referenced Information System (1980) dan seterusnya GIS, dan sebagainya.

Itulah sekelumit kata pengantar, dilanjut ke Bab I yang mengambil judul "Pengembangan Teknologi Survei dan Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial". Sewaktu membaca Bab I ini seakan dibawa ke dalam sebuah perjalanan ruang dan waktu dari informasi geospasial, data geospasial hingga infrastruktur data spasial.

Alkisah, sejak revolusi industri pertama di pertengahan abad ke-18 hingga kini dunia telah memasuki revolusi ke-5 yaitu revolusi industri informasi dan komunikasi yang telah menguasai seluruh aktivitas kehidupan manusia. Saat ini hampir semua sektor telah bergelut untuk membangun informasi geospasial sesuai kebutuhan masing-masing dalam berbagai tingkatan baik lokal, nasional bahkan internasional.

Dalam Bab I ini, Beliau menuliskan pengertian mengenai Informasi dan Data Geospasial dalam bahasa kebumian. Informasi geospasial adalah informasi yang terkait ruang muka bumi maupun ruang di bawah muka bumi, seperti informasi tentang sumberdaya mineral, minyak dan gas bumi serta peristiwa yang terjadi di muka bumi/di bawah muka bumi. Data Geospasial adalah data yang terpetakan atau ter-rekam secara keruangan, seperti peta, citra dari udara dan ruang angkasa.

Di era pra satelit, informasi geospasial disajikan di atas daun papyrus (kebudayaan Mesir Kuno di lembah Nile), di atas tablet tanah liat (Euphrat dan Tigris di lembah Mesopotamia) dan di masa Kerajaan Romawi dengan peta-peta di atas marmer. Sejak penemuan bahan kertas di Cina hingga ketrampilan membuat kertas menjalar ke Jepang dan baru pada tahun 1276 pabrik kertas pertama dibangun di Eropa.

Sejarah satelit, dimulai sejak peluncuran satelit sumberdaya alam ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) di tahun 1972 dengan resolusi spasial 80 meter, hingga kini dunia telah menghadapi informasi dengan ketelitian hinggga 0,5 meter-1meter dari satelit WorldView-2, Quickbird, IKONOS, dsb. Informasi geospasial ini telah membantu manusia dalam peningkatan manajemen dan perlindungan ruang hidup manusia dengan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan ekonomi dari sumberdaya.

Resolusi di atas mensyaratkan data geospsial yang dapat dipercaya dan dengan biaya yang dapat dijangkau, dapat diakses secara tepat waktu dan efisien sebagai bagian dari realisasi janji-janji "information society". Hal tersebut apabila kita melihat berita yang sedang booming sekarang yakni disahkannya RUU IG.

Terkait informasi untuk umum tersebut, maka perlu adanya infratruktur informasi, termasuk infrastruktur data geospasial sebagai fasilitas jasa data Geospasial yang terstruktur. Berkembangnya infrastruktur geospasial menjadi terpacu oleh berkembangnya teknologi dijital (komputer) dan telekomunikasi.

---usai---


Untuk lebih lanjutnya silahkan akses langsung Buku "Infrastruktur Informasi Geospasial Nasional" tersebut.


Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar apa itu informasi yang berbau ruang dan waktu*

Tuesday, April 12, 2011

(Toponimi) Pemalang, juga nama Terumbu di Singapura

Berawal dari mencari "Pemalang" di dunia GeoNames ditemukanlah Pemalang, juga nama Terumbu di Singapura.

Sekedar iseng sembari belajar nama-nama, maka segeralah melakukan pencarian nama kota kelahiran yakni "Pemalang" di sebuah situs penyedia nama-nama rupabumi GeoNames. Walhasil muncullah beberapa nama Pemalang sebagai berikut:

sumber: http://www.geonames.org/

Untuk link lokasinya bisa diakses di:





Lokasi-lokasinya apabila dilihat via googlemaps (yang biru terumbu pemalang besar):


Lihat Terumbu Pemalang Besar di peta yang lebih besar

Lalu kalau Pemalang sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia letaknya dimana dan bagaimana sejarahnya?

Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Untuk sejarah kota pemalang lebih lengkap bisa dilihat di situs pemerintah Kab. Pemalang: Sejarah, lokasinya bisa dilihat via google maps:



Muncul tanya, apakah yang memberi nama Terumbu itu orang Pemalang? yang menemukan orang Pemalang ataukah orang singapura yang pernah ke Pemalang? atau memang tidak ada keterkaitan dan hanya kebetulan semata?

Apa yang khas dari Pemalang? Makanannya yang mak grombyang : http://bumiwisata.blogspot.com/2009/06/melihat-pantai-dan-nikmati-grombyang.html

Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar nama-nama*


Wednesday, April 6, 2011

(GeospatialInfo) Workshop Toponimi

(GeospatialInfo) Workshop Toponimi

Sekedar memposting press release dari Bakosurtanal terkait Workshop Toponimi:

WORKSHOP TOPONIMI
PERANAN UNGEGN DALAM MENUNJANG KEGIATAN TIM NASIONAL DAN PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI DI INDONESIA

Workshop Toponimi diselenggarakan pada tanggal 7 April 2011 di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor. Tema dari Workshop adalah ”Peranan UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names) Dalama Menunjang Kegiatan Tim Nasional dan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi di Indonesia”. Organisasi penyelenggara adalah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), bekerjasama dengan Ditjen Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri.

Tujuan workshop adalah untuk memberi pemahaman tentang peranan UNGEGN dalam menunjang lembaga otoritas nasional nama geografi/nama rupabumi (National Geographic Names Authorities) semua negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam aktifitas mengelola dan membakukan nama rupabumi di negara masing-masing.

Apa yang dimaksud dengan nama rupabumi? Nama rupabumi atau nama topografi atau nama-nama geografi atau nama-nama tempat adalah nama-nama yang digunakan untuk unsur-unsur alami maupun unsur buatan manusia yang berada di permukaan bumi. ......................................................................................................................
.............................Di Indonesia lembaga tersebut bernama Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi, yang mempunyai kebijakan dalam pembakuan nama rupabumi.


Mengapa diperlukan pembakuan? Ambil suatu contoh di Indonesia: Nama nama gunung, seperti Gunung Semeru (ditulis dengan dua kata terpisah, karena “gunung” adalah elemen generik dari bentuk rupabumi dan “Semeru” nama dirinya, atau elemen spesifik). Kemudian ada kota yang memakai kata gunung di dalam nama dirinya dan bagaimana menulisnya dalam kaedah bahasa Indonesia yang benar, yaitu Kota Gunungsitoli (ditulis sebagai satu kata ”Gunungsitoli” karena elemen generiknya bukan gunung tetapi ”Kota”). ......................................................................................

.........................................................................................................................................Dalam melaksanakan tugas membakukan nama rupabumi di daerah, Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi dibantu oleh Panitia Pembakuan Nama Rupabumi Provinsi (PPNR Provinsi), dan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi Kabupaten/Kota (PPNR Kabupaten/Kota). Tugas-tugas Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi adalah :
a. menetapkan prinsip-prinsip, pedoman dan prosedur pembakuan nama-nama rupabumi;
b. membakukan secara nasional nama, ejaan dan ucapan unsur rupabumi di Indonesia dalam bentuk gasetir nasional;
c. mengusulkan gasetir nasional untuk dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan Peraturan Pemerintah mengenai pembakuan nama rupabumi di Indonesia;
d. memberikan pembinaan kepada pemerintah daerah dalam kegiatan inventarisasi, penamaan, perubahan dan pembakuan nama rupabumi;
e. mewakili Indonesia dalam sidang-sidang di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pertemuan-pertemuan internasional yang berkaitan dengan penamaan dan pembakuan nama rupabumi.

...........................................................................................................

Pedoman dalam membakukan nama rupabumi mengacu pada resolusi-resolusi hasil Kongres PBB tentang Pembakuan Nama Rupabumi (United Nations Conference on the Standardization of Geographical Names), antara lain :
a. Pembakuan internasional bertumpu pada pembakuan nasional
b. Dalam wilayah kedaulatan masing-masing negara, adalah hak masing-masing negara untuk menentukan nama-nama unsur geografinya.
c. Di luar wilayah kedaulatan setiap Negara, pembakuan internasional diterapkan dengan persetujuan semua Negara anggota PBB. Ini dilakukan melalui Resolusi dari United Nations Conference on Standardization of Geographical Names (UNCSGN), yang diadakan setiap 5 tahun sekali sejak tahun 1967.
d. Salah satu Resolusi UNCSGN No. 4 tahun 1967 adalah di tiap Negara anggota PBB diusulkan mempunyai Otoritas Nama-Nama Geografis (National Geographical Names Authority) yang mempunyai tugas pokok dan fungsi serta anggaran yang jelas untuk kegiatan pembakuan nama rupabumi, pedoman pengumpulan data dan publikasi nama-baku yang disebut gasetir (gazetteer) nama rupabumi untuk dipakai secara resmi oleh semua pihak (pemerintah, masyarakat)
e. Pembakuan menyangkut tidak hanya menetapkan nama bakunya tetapi juga tata-cara penulisan nama dan fonetiknya, sehingga diucapkan sama oleh semua orang.

Peran toponimi tidak hanya sekedar untuk keperluan pemetaan, tetapi terkait dengan aspek-aspek ekonomi, sosial dan budaya. Contoh peran toponimi terhadap aspek-aspek tersebut, antara lain: untuk perencanaan dalam menghitung jarak terpendek suatu site ekonomi (aksesibilitas), bantuan-bantuan sosial untuk korban bencana alam, pelestarian budaya nenek moyang, sekuriti dan pertahanan.

Informasi nama-nama rupabumi pada saat ini sudah berkembang pesat, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Saat ini nama-nama rupabumi sudah digunakan secara global dalam sistem data online dan penting untuk menyajikan hasil analisis dan interpretasi data spasial. Teknologi internet sudah menjadi sumber referensi nama rupabumi dan informasi lain yang penting.

Penggalian sejarah budaya bangsa dapat dilakukan dengan pendekatan toponimi/nama rupabumi. Sebagai contoh adanya penggunaan Wai di Sumatera, tetapi juga ditemukan di Maluku, di Papua dan di daerah Pasifik. Dari fenomena ini dapat ditelusur adanya kaitan etnik bangsa di wilayah Indonesia dengan di Pasifik, lebih jauh dapat ditelusur dengan penelitian yang detil akan dapat diketahui migrasi etnik bangsa tersebut pada masa lalu. Dengan pendekatan toponimi dapat digunakan untuk melestarikan budaya masa lalu nenek moyang kita (intangible cultural heritage).

Untuk lebih detail silahkan akses : http://bakosurtanal.go.id/bakosurtanal/workshop-toponimi-2/


Salam,

Aji Putra Perdana

Wednesday, March 9, 2011

Bermain Bertanya secara Geospasial

Bermain Bertanya secara Geospasial

Apa respon Anda sewaktu membaca judul dari tulisan ini? Silahkan jawab melalui kotak komentar yang tersedia, bukan kotak amal :).

Bermain bertanya, bisa juga dibilang rangkaian yang tidak sesuai dengan EYD karena ada dua kata ber berurutan. Tapi sebenarnya bolehkah menggunakan kata awalan ber berurutan dalam sebuah penulisan? Uppss...bukan pertanyaan itu yang akan dibahas di sini. Masih ada lanjutannya yakni bermain bertanya secara Geospasial. Ya...itulah yang coba diangkat dalam tulisan kali ini meskipun belum dapat diketahui berapa beratnya yang akan diangkat tersebut.

Bermain bertanya secara geospasial sangatlah membantu kita dalam menyelesaikan pertanyaan yan berbau informasi atau data tabular ataupun spasial. Lalu, bagaimana cara bermainnya? berhubung ada kata geospasial mari kita pergunakan software atau perangkat lunak sebagai alat bantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Adalah QUERY sebuah kata yang dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan berbau tadi. Lalu apa itu QUERY? Query adalah bentuk dari BERTANYA atau dalam dunia teknologi saat ini Query adalah permintaan untuk memperoleh informasi dari/dengan/ dalam sistem informasi dan basisdata. Wikipedia menuliskan bahwa query adalah:

A precise request for information retrieval with database and information systems.

Mari segera bermain...permainan kali ini ialah adanya permintaan untuk mengetahui nomer lembar peta berapa sajakah yang ada di sebuah Provinsi di Indonesia dan berapakah data yang tersedia dalam format digital?

Bahan dan Alat telah disediakan di dalam perangkat keras si fulan yakni data geospasial dasar berupa batas administrasi hingga level provinsi dan data spasial indeks peta rupabumi indonesia tentusaja beserta informasi tabular yang sudah terikat di dalam data tersebut. Perangkat lunak yang dipergunakan yakni ArcGIS 9.2 sebagai perangkat lunak untuk bermain bertanya secara geospasial.

Di dalam ArcGIS ini, untuk bertanya dapat melalui pejabat setempat ataupun lembaga-lembaga lainnya, maksudnya ialah banyak tools atau tombol atau apapun itu namanya yang dapat di klik dan menuju tools query yang ada. Berikut hanyalah salah satu runtutan langkah yang dipergunakan untuk bermain menjawab dari permainan bertanya secara geospasial.

Langkah 1. Jalankan ArcMap dan tampilkanlah data geospasial yang sudah disediakan :)
Langkah 2. Pada menu utama ArcMap, klikmenu Selection dan pilihlah Select by Attributes...

"Select by Attributes merupakan salah satu tools yang dipergunakan dalam software atau perangkat lunak geospasial untuk membangun sebuah query alias menjawab kata tanya secara geospasial. Berikut petikan dari help (baca: bantuan) yang tersedia terkait informasi apa itu kotak dialog Select by Attributes:

Building a query

This dialog lets you select features in a layer or records in a table by building a query. To create an expression, double-click the field you want to use, click an operator, then double-click the value. You can also type directly into the query.

sumber: help dari ArcGIS Dekstop 9.2
Langkah 3. Pilih metodenya : Create New Selection yakni untuk membuat pemilihan baru sebagai awal untuk menjawab permintaan kata tanya geospasial, misal kita akan memilih provinsi sumatera utara
"PROVINSI" = 'SUMATERA UTARA'

Langkah 4. Setelah melakukan query tersebut maka dilanjutkan dengan query berikutnya yakni menggunakan Select by Location untuk memilih fitur yang ada pada indeks dan bersinggungan dengan area provinsi sumatera utara.

Langkah 5. Untuk mengecek ketersediaan data dijital pada indeks yang sudah terpilih berdasarkan query lokasi pada langkah 4, maka dilakukan query di dalam atribut pada baris-baris tabular yang sudah terpilih dengan membuka data tabel dari data geospasial indeks peta rupabumi indonesia. Query langkah kelima ini menggunakan query berdasarkan kolom yang menunjukkan ketersediaan data atau NLP tersebut dalam bentuk dijital, dengan metode query yakni Select from current selection. Maksud dari metode ini akan memilih dari yang saat ini sudah terpilih (mmm...menjadi data pilihan nie,,,).

Langkah 6. Maka akan muncullah data tabular yang sudah terseleksi hingga tahap akhir dan memenuhi query atau bermain bertanya secara geospasial yang diinginkan. Selanjutnya data tersebut (masih berada pada tabular data yang terpilih) pilihlah menu Options dan pilihlah Export dan simpanlah dalam dbf untuk kemudian dapat dibuka di Excelnya Microsoft Office sebagai pengkemasan akhir dan permanis tampilan dalam jawaban atas bermain bertanya secara geospasial.

Berikut terlampir printscreen atau tangkapan layar sekilas atas proses query keberadaan data geospasial :).

Gambar1. Tangkapan layar proses bermain bertanya secara geospasial dengan ArcGIS


Demikianlah tanya jawab alias bermain bertanya secara geospasial ala fulan dalam blognya.

Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong, Bogor

Salam,

Aji PP

Thursday, January 27, 2011

orang di belakang layar, tapi bukanlah dalang

orang di belakang layar, tapi bukanlah dalang

Sebuah judul yang barusaja diketemukan setelah selama setengah jam bingung hendak menulis apa, walhasil ketika melihat sebuah situs dimana di situs tersebut ada nama si fulan. Ada sebuah kepuasan tersendiri atau boleh tepatnya rasa bersyukur atas terwujudnya sesuatu yang awalnya hanya berangkat dari obrolan semata dan ide-ide sederhana telah berkembang, berbunga, berbuah dan entah sejauh mana lagi progressnya saat ini.

Ketika mulai ditinggalkan oleh sebuah ide-ide yang telah berkembang dan terwujud dalam aktivitas (baca: proyek), ada rasa rindu alias kangen untuk sekedar membangkitkan kenangan itu. Sekedar menuangkan dan menatap beberapa slideshow kehidupan, mencerna tiap jengkal waktu dan ruang yang telah dilalui dimana ternyata sesuatu yang hanya satu kata, dua kata dan terangkai dalam kalimat yang entah tak bernada. Kini menjadi produk-produk nyata dan proses di dalamnya seakan terasa nikmat dimana tiap tetes keringat, mata yang kadang hendak terlelap pun dipaksakan untuk tetap waspada dan diiringi emosi yang penuh sensasi.

Kini bagai orang di belakang layar, tapi bukanlah dalang...kurang lebih demikianlah ungkapan yang cukup nikmat untuk sekedar memuaskan kerinduan akan getah-getah yang keluar dari pohon karet kehidupan. Orang ingat di kala butuh dan orang lupa di kala senang, itulah yang mungkin secara sadar ataupun tidak kadang kumelakukannya, dalam kesempatan tertulis ini sedianya maafkanlah fulan ini. Tulislah namamu dengan lengkap karena ada keindahan di sebuah nama yang telah diberikan oleh kedua orang tuamu, ada makna dan hikmah di balik itu semua, ujar seorang thole di sore buta.

Ide itu tak kunjung datang, tapi kenangan akan masa ide-ide berkumpul dalam imajinasi kebebasan berekspresi terus bergeliat, karena disadari ataupun tidak ketika segala sesuatu dijalani dengan ikhlas dan bersyukur maka itu sungguh luar biasa. Apabila banyak tlikung kiri ataupun tlikung kanan, lupa kiri ataupun lupakan saja, karena menjalani proses dengan kesungguhan tentunya berbuah kenikmatan, apabila kita mengetahuinya.

Berproses dengan pendewasaan sebuah sistem, merombak egoisme, butuh proses yang tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kata yang tidak pas dan tidak tepat digunakan dalam tulisan ini karena seperti biasanya ini hanyalah pintasan lalu lalang kata yang ada dalam imanjinasi fulan yang tertuang dalam nada suara dengan judul orang di belakang layar, tapi bukanlah dalang. Kenapa bukan dalang? karena jika dalang maka ia (fulan) yang mengatur alur cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya yang masih dipertahankan dan mana yang akan dilupakan.

Maaf untuk beberapa pertanyaan yang belum sempat terjawabkan :) * emang ono sing takon???. Maklum belum mulai berkutat dengan hal tersebut kembali, tapi silahkan kirim imel sahaja.

Kesungguhan untuk mengaplikasikan sebuah ide itulah kenikmatan yang luar biasa. Walaupun kadang ide itu dianggap hal yang mustahil untuk dilakukan, tapi kerjasama tim tentusaja dengan orang-orang yang berkompeten dan memiliki semangat yang sama akan berbuah, berkembang, berbunga. Itulah yang coba fulan resapi dan nikmati di tengah sepi sunyi bangkitnya kerinduan akan ekspresi temporal spasial. terimakasih...itu serangkai kata yang hendak ucap sampaikan kepada orang (baca: tim) di belakang layar untuk beberapa rangkai kreasi imaji nyata.

Tolong bantu aku...wujudkan tulisan itu :)

Jalan Cikaret-Cibinong, Bogor, Indonesia
January 27th 2011



Salam,

Aji PP

Monday, January 24, 2011

Dulu out of the box, sekarang in (the) box?

Dulu out of the box, sekarang in (the) box?

Ketika kukembali terduduk dan terpaku pada sebuah laptop yang telah cukup banyak membantuku, maka tertuanglah tautan kata yang tidak beraturan dan mungkin tanpa nada hingga kadang lupa akan adanya dan perlunya sebuah tanda baca. Sebuah rahasia di balik rahasia dan hanyalah Sang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui Segala Sesuatu yang mempunyai rencana kehidupan terbaik bagi hamba-Nya. [Berfikir dan Bertindak] dulu out of the box, sekarang in (the) box, kurang lebih itulah yang terpendam dan masih menjadi tanda tanya di dalam benak fulan hingga saat tulisan ini tertuang dalam sebuah blog 'uncertainty' dari sisi konten secara spatially explicit tidak karuan.

Ya...semakin tidak karuan kala kata-kata itu mengalir dengan seenaknya sendiri dan dibiarkan begitu saja oleh jari-jemari yang terus menyentuh keyboard dan menuangkannya dalam halaman kosong hingga penuh berisi. Isi, ketika berbicara mengenai isi, kurang lebih itulah saat dimana saat ini fulan berada. Fulan sedang melihat seluruh isi yang dulu kala ditatapnya dari luar kotak dan kini fulan berada di dalam kotak itu sendiri dan melihat berbagai sudut yang ada di dalam kotak, berbagai sisi yang tampak di dalam dan bukan dari kulitnya semata. Secara live pun, fulan telah bertemu dengan sosok-sosok positif dan negatif dari BOX tersebut. Isi, kini fulan ialah salah satu semut kecil yang mengisi BOX. Agar BOX menjadi lebih bermakna dan bukan sekedar hanya rangkaian kata-kata dalam kalimat mengejar kebesaran dan keberadaannya semata, maka PERUBAHAN ialah kata yang kini sedang digencar-gencarkan dimana-mana.

Lihat saja dimana hamparan hijau membentang mengalami PERUBAHAN dalam sekejap dan menghebohkan masyarakat, berbagai pendapat diungkapkan, berbagai teori dari ilmiah, alamiah, naluriah, batiniah bertaburan bahkan unsur politis-pun digabungkan. Overlay berbagai layer-layer fenomena kehidupan kian asyik dan merasuk dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak hanya layer-layer dunia spasial.

Jalan Cikaret-Cibinong, Bogor, Indonesia
January 24th 2011



Salam,

Aji PP

Sunday, December 5, 2010

Hujan Terus Menerus di Jogja _ daily rainfall in Jogja

Hujan Terus Menerus di Jogja _ daily rainfall in Jogja

Fenomena hujan sehari-hari yang melanda Jogja bahkan Indonesia secara keseluruhan juga diamati oleh citra satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) NASA.
The Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) is a joint mission between NASA and the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) designed to monitor and study tropical rainfall.

Badai Atlantik 2010 dibandingkan dengan Badai Atlantik 2005 sebagai top story pada saat kunjungan hari ini (6 Desember 2010) seperti tampak pada Gambar 1 di bawah ini.

  TOP STORY TITLE
26 November 2010
Gambar 1. 2010 ATLANTIC HURRICANE SEASON COMPARED TO 2005


Kembali mencari bagaimana kondisi hujan di Jogja dari TRMM. Kemudian didapatlah http://trmm.gsfc.nasa.gov/affinity/download_kmz.html. Dimana kita dapat mendownload dan mengoverlaykannya dengan Google Earth untuk mendapatkan gambaran kondisi hujan pada area yang kita kehendaki.

berikut tampilan dari data TRMM untuk REALTIME 30 Day Average Rainfall and 30 Day Anomalous Rainfall untuk Yogyakarta dengan data kmz yang diunduh dari

http://trmm.gsfc.nasa.gov/trmm_rain/Events/30_day_average.kml dan

http://trmm.gsfc.nasa.gov/trmm_rain/Events 30_day_anomaly.kml dilanjut dengan membukanya di Google Earth (posisi online).


Gambar 2. Anomali Hujan 30 hari di Yogyakarta berdasarkan TRMM

Gambar 3. Rerata Hujan 30 hari di Yogyakarta berdasarkan TRMM

Hujan pun belum juga berhenti, saat bingung mau nulis apa lagi :p
Apabila saudara tertarik untuk melihat sendiri di layar monitor/laptop, silahkan unduh di http://trmm.gsfc.nasa.gov/affinity/download_kmz.html dan bukalah di Google Earth (posisi online).

Salam,
Aji PP

Sunday, November 21, 2010

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Seperti halnya pasca kejadian bencana alam lainnya, setelah tahapan mengungsi dilalui dan kondisi secara perlahan kian membaik, maka muncullah saatnya "perhitungan" yang berupa kerusakan akibat bencana Merapi atau basa londone Damage caused by Merapi Disaster, demikian ujar fulan di pagi ini (22/11/2010) kala akses internet mulai berjalan dan kembali menatap 3 dunia peta bencana Merapi (http://ajiputrap.blogspot.com/2010/11/memetakan-peta-peta-merapi-ala-3-dunia.html).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampak di sudut geospasial bnpb mengeluarkan Peta Jumlah Kerusakan Rumah di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Prov. D.I. Yogyakarta.

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan, Kab. Sleman
Sumber : POKSO BNPB, 19 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 19 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 725 kb
Deskripsi : Menunjukkan jumlah kerusakan rumah pada tingkat dusun dan desa di Kec. Cangkringan


Selain itu, geospasial bnpb melakukan visualisasi dengan menumpangsusunkan wilayah Ancaman Bahaya Gunung Merapi di atas Peta RupaBumi Indonesia (RBI) keluaran BAKOSURTANAL.

Peta Rupabumi (RBI) wilayah ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta Rupabumi (RBI) wilayah  ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta Rupabumi wilayah ancaman bahaya G. Merapi
Sumber : POKSO BNPB, 21 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 21 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 6.23 mb
Deskripsi : Peta dasar wilayah Merapi 25K

sumber : geospasial bnpb
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di sudut lain, pegiat kampus Fakultas Geografi UGM dalam wadahnya Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) via blog postingnya membagikan Peta Kerusakan Bangunan.

Berikut cuplikan dari postingan terkait dasar analisa (based on multisource data) yang dipergunakan untuk menurunkan Peta Kerusakan Bangunan tersebut. Secara ringkas peta dibuat berdasarkan tumpangsusun data bangunan (keberadaannya berdasarkan data dari Peta RupaBumi Indonesia keluaran BAKOSURTANAL dan ditinjau dengan citra satelit resolusi detil yakni Ikonos tahun 2006) lalu dikalkulasi.

Kerusakan bangunan yang terjadi akibat terjangan awan panas yang dikeluarkan oleh gunung Merapi kami coba estimasi dengan menggunakan beberapa sumber data. Pada dasarnya pendekatan yang kami gunakan adalah dengan mengidentifikasi dan menginventarisasi bangunan yang ada sebelum terjadinya erupsi Merapi 2010 yang kemudian dibandingkan dengan luasan yang tersapu awan panas. Kedua data tersebut kemudian kami bandingkan dan ditarik suatu model bahwa bangunan yang tersapu awan panas adalah bangunan yang rusak.

Data keberadaan bangunan sebelum kejadian erupsi Merapi 2010 kami ambil dari data Peta Rupa Bumi Indonesia Digital yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan kami tinjau dengan menggunakan citra Ikonos tahun 2006 (Resolusi 1 m). Sementara itu data mengenai luasan daerah yang tersapu awan panas, kami dapatkan dengan menginterpretasi citra Aster perekaman setelah erupsi (15 November 2010). Untuk lebih jelasnya berikut kami sampaikan peta hasil analisis divisi SIG dan Basis Data KLMB.
Download ukuran penuh

sumber : KLMB Fakultas Geografi UGM

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sudut yang dekat dengan KLMB ada sudut partisipatif dengan fasilitas login serta pemanfaatan peta berbasis googlemaps api untuk Merapi yakni Peta Partisipatif Forum PRB yang beralamat di http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/.

Printscreen tampilan Peta Partisipatif PRB
sumber : http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/


Tampak terlihat titik-titik posko pengungsian padat berjejal diantara ukuran simbol titik yang relatif berukuran. Belum menampakkan adanya "perhitungan" alias peta kerusakan yang ditelorkan, mungkin sebentar lagi. Ada informasi di tiap simbol titik yang merepresentasikan lokasi posko, serta beberapa tab di dalamnya berisi informasi Info,Logistik,Kesehatan,Pendidikan. Tak lupa ada link untuk melihat detil kualitas posko yang disambungkan ke spreadsheet di googledocs.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Thursday, November 18, 2010

Memetakan Peta-Peta Merapi ala 3 Dunia

Postingan kali ini menatap dunia peta untuk kejadian yang melanda Gunung Merapi dan sekitarnya beserta dampaknya.
Kurang lebih ada 3 Dunia yang hendak kita tatap yakni :

1. Peta Merapi ala Geospasial-nya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam websitenya...



2. Peta Merapi ala Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana KLMB dalam blogpost...


3. Peta Partisipatif ala Forum PRB dalam website Merapi Partisipatif UGM didukung oleh banyak lembaga termasuk BNPB dan tentusaja UGM


* Tulisan kali ini sekedar menatap dan memetakan peta-peta Merapi ala 3 Dunia*

Sukses dan Terima kasih tuk teman-teman para pembuat PETA dan pengumpul data atau yang terjun ke Lapangan semoga bisa membantu saudara-saudara kita dan menjadikan INDONESIA LEBIH BAIK
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika dijadikan kuis, silahkan cari perbedaan ataupun persamaannya ? Adakah overlapping di dalamnya ataukah saling melengkapi.

Ungkap seorang kawan bahwa: "Itulah INDONESIA. Betapa kayanya dunia geospasial dan pesat perkembangannya. BHINNEKA TUNGGAL IKA. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. So, kita tunjukkan pada dunia bahwa Geospasial di INDONESIA itu luar biasa dahsyatnya bukan sekedar bencananya saja. we can handle and manage the disaster with ourselves?"

Lalu datanglah fulana dan bertanya : "Siapa saja kah yang sudah menggunakan peta-peta tersebut ? Sudahkah dilakukan analisa secara spasial ? Ataukah baru sekedar visualisasi data ? Apakah rencana ke depan untuk Merapi dan area terdampaknya based on Geospatial Analysis ? Apakah di bagian manajerial bencana using GIS? not only as tools but for analysis or decision support system also ? or something like that lach..."

Jawab thole : "Serahkan saja pada Ahlinya...Indonesia kaya akan orang yang Ahli di bidangnya dan bidang yang lainnya."

-end-


--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Sunday, November 14, 2010

Peta-Peta Tematik Gunung Merapi

Peta-Peta Tematik Gunung Merapi dan romantikanya :)

Diseminasi peta-peta tematik terkait kejadian Gunung Merapi cukup luar biasa diproduksi oleh Badan terkait dan beberapa lembaga atau instansi pendidikan juga. Bahkan ada yang mengkemasnya berbasis googlemaps terkait informasi pengungsi ataupun lainnya sebagai dampak dari aktivitas Gunung Merapi.

Wilayah ancaman merapi pun telah di-up date dan berikut peta update zonasi ancaman bahaya merapi dari bnpb:


Informasi peta-peta tematik terkait Gunungapi Merapi dari bnpb silahkan akses di http://geospasial.bnpb.go.id/category/peta-tematik/gunungapi-peta-tematik/

Selain dari bnpb, Fakultas Geografi UGM membentuk Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana melakukan updating terkait perkembangan Gunung Merapi via blogspotnya di http://cybergisforum.blogspot.com/. Di antaranya berisi update peta-peta tematik yang cukup informatif dan berguna bagi para pihak yang hendak memberikan bantuan ataupun sekedar melihat perkembangan situasi. Ada data koordinat lokasi posko, meskipun ada keterbatasan dalam jumlah posko yang tercover.

Salah satu peta tematik ter-update nya ialah Peta Komposisi Pengungsi berdasarkan Usia Produktif dalam setiap posko pengungsian.

Dikatakan pula di dalam blog nya :
Hasil dari survey yang dilakukan 10 November 2010, kami olah menjadi Peta komposisi pengunggsi berdasarkan usia produktif setiap posko pengungsian daerah Sleman dan sekitannya. Silahkan di download, sebarkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Peta komposisi pengunsi ini kami buat berdasar data terakir survei tanggal 10 November 2010, kemungkinan hari ini sudah ada perubahan. Selain itu ada beberapa lokasi yang data nya kurang lengkap.


Selain itu, tampaknya UGM sendiri memiliki Peta Partisipatif ?
Dimana sedianya peta tersebut diharapkan dapat up to date dan meminta partisipasi dari berbagai pihak yang tentusaja dapat mempergunakan komputer dan mampu melakukan akses ke dunia maya serta mendaftarkan diri untuk dapat login hingga memberikan update informasi secara spasial baik berupa point maupun area. Memanfaatkan fasilitas googlemaps yang diotak-atik dengan APInya untuk Merapi. Yang berjudulkan Peta Partisipatif Forum PRB Tanggap Merapi . Apa itu PRB silahkan akses di http://fprb.wordpress.com/.

Di dunia lain, banyak iNGO-iNGO yang melakukan analisa terhadap Gunung Merapi berbasis GIS dengan data spasial serta tabular yang telah mereka miliki dan melakukan mapping hingga analisis spasial untuk kepentingan mereka sendiri dalam rangka kebaikan Merapi dan lingkungannya :).

--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/