Showing posts with label Air. Show all posts
Showing posts with label Air. Show all posts

Wednesday, December 8, 2010

(Citra-Ocen Color Galeri) Fenomena Upwelling di Pesisir

(Citra-Ocen Color Galeri) Fenomena Upwelling di Pesisir

Melihat wilayah pesisir, tentusaja hal yang biasa bagi kita yang tinggal di Negara Maritim, Negara Kepulauan dengan garis pantai 81.000 km dan termasuk katergori yang terpanjang garis pantainya. Tidak ada salahnya kita menatap fenomena-fenomena pesisir di wilayah sono...salah satunya kali ini ditampilkan fenomena upwelling yang terjadi di wilayah pesisir barat Amerika sono, bukan Ameriki sini. Mengambil dari galeri gambar (citra satelit) oceancolor dalam kategori citra pesisir (coastal images).

Gambar 1. Wilayah Pesisir Barat Amerika Serikat

Angin bertiup ke selatan di sepanjang pantai barat Amerika Serikat - karena gesekan dan pengaruh rotasi bumi (friction and the effect of Earth's rotation) - menyebabkan lapisan permukaan lautan bergerak menjauh dari pantai. Karena air permukaan bergerak lepas pantai, dingin, air yang kaya nutrisi naik ke atas (upwells) dari bawah untuk menggantinya. Ini merupakan fenomena upwelling yang mengisi pertumbuhan fitoplankton laut, bersama dengan rumput laut yang lebih besar, pada gilirannya memelihara keragaman yang luar biasa makhluk yang ditemukan di sepanjang pantai California utara dan tengah.


Sensor seperti SeaWiFS bisa "melihat" efek dari ini produktivitas upwelling-terkait, karena fitoplankton klorofil-bantalan memantulkan kembali cahaya berwarna hijau ke ruang angkasa sebagai lawan dari air itu sendiri yang mencerminkan panjang gelombang dominan biru kembali ke angkasa.

Wilayah Laut dari gambar (citra) di atas (dikumpulkan pada tanggal 6 Oktober 2002) adalah kode warna untuk menunjukkan konsentrasi klorofil. Wilayah daratan dan kumpulan awan pada bagian dari gambar (citra) disajikan dalam komposit warna kuasi-alami (quasi-natural color).

--- Upwelling : fenomena di lautan yang begitu dingin, begitu kaya dan membawa kehidupan, demikian ungkap ANNE CANRIGHT, seorang geograf/geografer, penulis dan fotograf/fotografer, serta editor untuk Coast & Ocean. ---


sumber : Ocean Color Image Gallery dan http://www.ocean98.org

salam 'pesisir',

Aji PP

Air pergi begitu saja...

Air pergi begitu saja...

A Little Water Goes a Long Way, kurang lebih demikian titel yang diberikan oleh NASA terkait gambar presipitasi berikut ini :

download large image (506 KB, PDF) acquired August 1 - 31, 2010





Peta di atas merupakan hasil kompilasi dari pengamatan satelit Aqua milik NASA yakni sensor Atmospheric Infrared Sounder (AIRS) dan the Advanced Microwave Sounding Unit (AMSU-A).

Peta tersebut adalah salah satu dari beberapa cara yang dilakukan oleh para peneliti untuk mem-visualisasikan pergerakan air di planet bumi ini, sebagai demonstrasi dalam lembaran fakta baru yang mengkaji siklus air (hidrologi).

sumber : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=46301

Salam 'perubahan',

Aji PP

Perubahan Iklim, hanya anomali atau terjadi kah?

Perubahan Iklim, hanya anomali atau terjadi kah?

Hari ini fulan kembali mempertanyakan mengenai fenomena alam yang sekarang ini sedang dialami oleh IKLIM. Para ahli menyebutnya Perubahan Iklim atau Climate Change, ada pula yang mengatakan Pemanasan Global atau Global Warming.

Ada yang bilang dampaknya ialah adanya 'perubahan', misalnya kenaikan muka air laut.

Rasa penasarannya pun membawa dia ke dunia maya dan bertemu dengan Jason-1 dan Jason-2 di lokasinya http://sealevel.jpl.nasa.gov/. Berikut hasil pengukuran yang dilakukan oleh kedua Jason dari tanggal 28 November 2010 hingga 8 desember 2010 dan divisualisasi sebagai sea surface height anomaly. di bawah ini:

Sea Surface Height Anomaly: Jason-1 and Jason-2 Measurements from 28-Nov-2010 to 08-Dec-2010

Peta ini menunjukkan hampir real-time (Near Real Time) tinggi permukaan laut anomali (Sea Surfece Height Anomay - SSHA) pengukuran dari misi satelit altimeter Jason-1 danJason-2. Setiap peta dihasilkan dari 10-hari pengukuran SSHA. Pengukuran dari misi NRT SSHA pengukuran ini biasanya tersedia dalam waktu 5 sampai 7 jam waktu nyata (real time). Pengukuran ini dapat digunakan untuk aplikasi meteorologi (misalnya cuaca), operasi laut (penangkapan ikan yaitu, berperahu, operasi lepas pantai), dan aplikasi lain di mana pengetahuan tentang kondisi arus laut berkaitan dengannya.


tertarik melihat 'perubahan' yang berupa kenaikan muka air laut berdasarkan data satelit dan data lapangan, silahkan kunjungi: http://climate.nasa.gov/keyIndicators/index.cfm#SeaLevel

Selain dari kenaikan muka air laut, 'perubahan' penduduk juga memaksa bumi menjadi semakin panas dan memanas ketika lahan atau area terbuka hijau perlahan berkurang dan berkurang perlahan-lahan. Hal tersebut disebut-sebut sebagai efek dari urbanisasi yang terjadi di Kota-Kota Besar, salah satunya di Indonesia ialah JAKARTA.

Lihatlah potret Ibukota Indonesia tercinta yakni JAKARTA dalam pigura citra satelit penginderaan jauh (Landsat MSS, Landsat TM dan ASTER) berikut:

Warna biru-hijau merupakan area kekotaan (urban), sedangkan warna merah ialah vegetasi. Sebelah kiri Landsat MSS rekaman tahun 1976 dengan jumlah penduduk sekitar 6juta, di tengah tahun 1989 direkam oleh Landsat TM dengan penduduk yang menghuni Jakarta sekitar 9juta, dan di sebelah kanan ialah citra ASTER rekaman tahun 2004 dengan penduduk sekitar 13juta.


Salam 'perubahan',

Aji PP

Tuesday, September 8, 2009

Capture Embung/Waduk Tambakboyo from the Sky...

Capture Embung/Waduk Tambakboyo from the Sky...

Gambar 1. Embung/Waduk Tambakboyo dan sekitarnya dipotret dari atas....

Menangkap Embung/waduk Tambakboyo dari langit...kurang lebih itulah terjemahan mentah ala thole terkait judul tulisan blog kali ini. Ketika membuka foto perjalanan sepulang dari Pulaunya Dewata, sampailah pada beberapa foto hasil jepretan ala kadarnya menggunakan kamera kepunyaan rekan seperjalanan thole yakni HZ, demikian nicknamenya alias Humam Z (kusebut ya kang, namanya). Yakni foto jepretan dari atas pesawat dari Bali menuju ke Jogja pada penerbangan pagi hari, sehingga dapat merekam Yogyakarta.

Melihat pemanfataan ruang yang sangat menarik, ketika melihat stadion Maguwoharjo, Sleman dan tampak tubuh perairan tertampung dalam sebuah wadah mangkok besar. Embung/Waduk Tambakboyo, begitulah namanya dan berdasarkan sumber luasnya 7,80 ha dan volume tampungan 400 m3.

Bernama embung/waduk tambakboyo sesuai dengan lokasinya yang berada di dusun Tambakboyo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman dan dibangun tahun 2003 oleh Pemprov D.I.Yogyakarta dalam rangka untuk mencukupi air bersih.
Manfaat embung tambakboyo ini lumayan banyak, diantaranya terkait dengan sumberdaya air (pasokan air, pengendali hujan, konservasi SD Air, dll).

Sewaktu thole dan teman-teman ke embung/waduk tambakboyo, awalnya kita bertiga salah jalur sehingga kita melihat embung tersebut dari atas. Kemudian kita mencoba mencari jalan masuk, dan akhirnya menemukan sebuah gang/jalan kecil masuk menuju ke embung tambakboyo.

Embung ini terintegrasi dengan kawasan kampus, candi gebang dan stadion Sleman.
Thole agak lupa kapan pastinya, thole dan teman-teman (Humam Z dan HA) ke embung tambakboyo dalam rangka konon katanya disebut dengan konsolidasi alias obrolan ringan atau bahasa modernnya yaitu diskusi mengenai rencana ke depan, bukan ke belakang. Rencana awal, thole dkk akan pergi untuk mencari makan dan rame-rame menikmati nuansa pemancingan. Akantetapi setibanya di embung tambakboyo, ternyata yang ada warung-warung mie rebus/goreng, kopi, teh dan tidak menemukan adanya seafood,,,hehe.

Keberadaan embung diharapkan dapat menaikkan tinggi permukaan air tanah hingga 30%, sehingga ketika musim kemarau tiba warga tidak perlu menyuntikkan sumurnya (demikian yang thole baca di blog tentang Embung Tambakboyo). Embung tambakboyo ini menampung atau membendung aliran Sungai Tambak dan Sungai Buntung dan genangannya meliputi Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak dan Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Apabila melihat foto dari udara di atas (gambar 1), dapat diamati penggunaan lahan yang ada di sekitar embung. Silahkan amati dan pergunakan pendekatan Saudara-saudara dalam melihat gambar yang tertangkap oleh kamera tentang fenomena atau kenampakan Embung/Waduk Tambakboyo, Sleman. Ada stadion, lahan sawah, permukiman, dan lain sebagainya.

Could you help thole to do the analysis ???

Thole waiting for the informations and sharing of your analysis...
Gambar 2. Aji Putra Perdana as thole cakep menanti jawaban yang masuk,,,

sumbernya thole dari membaca : http://djogjakarta.blogdetik.com/2009/05/18/embung-tambakboyo-sebagai-tempat-wisata-air dan perjalanan thole ke embung/waduk tambakboyo bersama teman-teman kala cari makan..
sumbernya foto thole dari hasil potretan thole menggunakan kamera rekannya thole (si akang HZ) saat penerbangan dari bali ke jogja pada pagi hari tanggal 8 Agustus 2009 hari sabtu,,,

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan imajinasi geospatial ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.